Selasa, 16 Agustus 2022
27 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaCegah Prostitusi Terselubung, Pemkot Data Ulang Penghuni Indekos Moroseneng dan Dolly

    Cegah Prostitusi Terselubung, Pemkot Data Ulang Penghuni Indekos Moroseneng dan Dolly

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pendataan ulang bagi pemghuni indekos di eks Lokalisasi Moroseneng, Kelurahan Klakah Rejo – Sememi, Kecamatan Benowo Surabaya, dan eks lokalisasi Dolly. Pendataan dilakukan untuk mencegah praktik-prostitusi terselubung di kawasan tersebut.

    Camat Benowo Kota Surabaya, Denny Christupel Tupamahu menyatakan menggelar rapat koordinasi bersama (Rakor) pihak terkait untuk mencegah praktik prostitusi di eks lokalisasi Moroseneng. Rakor tersebut diikuti mulai dari jajaran Polsek, Koramil, Ketua RT/RW setempat, hingga organisasi keagamaan dan masyarakat.

    “Pada tanggal 29 Juni 2022 telah diadakan pertemuan di Pendopo Kantor Kecamatan Benowo. Pertemuan itu menghasilkan beberapa kesepakatan,” kata Denny di kantornya, Senin (11/7/2022).

    Untuk kesepakatan pertama, kata dia, petugas Satpol Kecamatan Benowo bersama Polsek dan Koramil akan melaksanakan PAM bersama di depan Taman Anggrek, Jalan Sememi Jaya II Surabaya. PAM bersama ini dimulai pada pukul 21.00 hingga 04.00 WIB. “PAM bersama ini terhitung mulai tanggal 29 Juni 2022,” ujar dia.

    Sedangkan untuk kesepakatan kedua, Denny menyebutkan, bahwa Satpol PP Kecamatan bersama Sie Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan Sememi juga melaksanakan operasi pendataan kepada warga di sana. “Pendataan menyasar warga luar kota yang indekos di wilayah RW I atau sekitar eks Lokalisasi Moroseneng,” jelasnya.

    Baca juga :  Dandan Omah MBR di Surabaya Sudah Capai 300 Unit

    Di samping itu, untuk memasifkan pencegahan adanya prostitusi terselubung, Denny juga memastikan telah meminta dukungan bantuan personel Satpol PP pusat. Dukungan Satpol PP pusat itu untuk memperkuat PAM bersama tiga pilar, yakni Kecamatan, Polres dan Koramil.

    “Mulai tanggal 29 Juni 2022, kita sudah mulai adakan operasi pengamanan bersama unsur tiga pilar Kecamatan Benowo. Juga, mendirikan Pos Pam di depan Taman Anggrek mulai pukul 21.00 – 04.00 WIB setiap hari,” imbuhnya.

    Dari hasil rapat koordinasi pada 29 Juni 2022, Denny mengungkapkan bahwa warga RW I Kelurahan Sememi dengan tegas menolak adanya praktik prostitusi terselubung. Khususnya di kawasan eks lokalisasi Moroseneng.

    “Warga berharap kepada Pemkot Surabaya melakukan operasi gabungan dan menindak kegiatan prostitusi terselubung di eks lokalisasi Moroseneng,” tandasnya.

    Baca juga :  Usaha Padat Karya Mulai Menggeliat di Kota Surabaya

    Eks Lokalisasi Dolly

    Sementara itu, sejak ditutup pada 18 Juni 2014 silam, eks lokalisasi Dolly di Jalan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, dijadikan kawasan perdagangan serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

    Namun, belum lma ini beredar kabar, bahwa telah terjadi prostitusi terselubung di eks lokalisasi tersebut.

    Menanggapi itu, Camat Sawahan, M. Yunus menegaskan, “Saya pastikan bahwa Dolly dibuka kembali tidak ada. Itu hanya sebatas rumor, ternyata setelah dicek di lapangan ada yang mau coba-coba dengan praktik-praktik terselubung. Artinya, orang lewat diawe-awe (dipanggil) kemudian ditunjukan gambar (perempuan),” katanya.

    Menurutnya, selama ini jajarannya rutin melakukan patroli tiga pilar di lapangan. Patroli pengawasan ini diikuti jajaran Satpol PP, Kepolisian dan TNI setempat. Itu untuk memastikan tidak adanya praktik-praktik terlarang seperti prostitusi.

    “Selama penanganan kami ini kan patroli, teman-teman Satpol PP satu jam – setengah jam di situ, kemudian geser. Ketika anggota atau pun saya di lapangan buyar (selesai), tidak ada kegiatan (prostitusi) itu,” tegas Yunus.

    Baca juga :  Ribuan Anak Yatim Piatu dari 12 PA Doa dan Zikir Bersama Wali Kota Eri

    Hanya, Yunus mengakui, ada oknum yang ingin memanfaatkan waktu lengahnya petugas. Lebih hematnya, beberapa orang itu diduga menawarkan praktik prostitusi terselubung saat petugas lengah.

    Tak kurang akal, Camat Surabaya yang identik dengan gaya rambut plontos kemudian mengambil tindakan pengamanan dua titik. Malam hingga subuh, petugas dibagi untuk PAM di Jalan Putat Jaya Lebar B serta pertigaan Jalan Kupang Timur.

    “Saya tindakan dua titik. Saya amankan malam sampai pagi subuh petugas ambil PAM di situ. Sekarang kekuatan Satpol PP kami bisa 24 jam, itu terbagi tiga shift,” jelas Yunus.

    Beberapa tahun lalu, kata Yunus, beberapa orang pernah ditemukan sempat bermain prostitusi terselubung di eks lokalisasi Dolly. Temuan itu terjadi pada sekitaran tahun 2016-2017. Namun naas, aksi terselubung mereka terendus aparat setempat. Alhasil, beberapa orang itu tertangkap dan dihukum.

    “Sudah pernah ada 10 orang di lokasi yang sama. Kurang lebih 10 orang yang pernah ditangkap sampai ke vonis hukuman. Tahun 2016, 2017,” ungkap dia. **

    Reporter : wetly

    Penulis :

    Editor :

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan