Selasa, 18 Juni 2024
29 C
Surabaya
More
    OpiniPojok TransparansiCorona dan Nasip Pendidikan Anakku

    Corona dan Nasip Pendidikan Anakku

    Oleh : Khoiruddin Anas (Staf Pendidik Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Darul ‘Ulum Jombang)

    Corono, satu nama yang akhir-akhir ini disebut melebihi hitungan nama tuhan dalam dan pada lisan seseorang. Pada realitanya di dapat mengubah kebijakan, kebiasaan seseorang, dan bahkan hukum suatu negara.

    Mulai hukum beribadah, hukum nikah, sertabanyak peraturan-peraturan yang normal menjadi tidak normal, yang dulunya dianggap tidakmungkin menjadi mungkin.

    Dulu sebelum pandemi corona, pendidikan kuliah dengan model daring (PJJ) adalahpendidikan “khayal” bahkan tidak mungkin dilakukan oleh Lembaga Swasta (baca :Perguruan Tinggi Swasta) yang belum terakreditasi A. Berdasarkan Undang-Undang Perguruan Tinggi nomer 12 tahun 2012, pasal 31 tentang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menjelaskan bahwa PJJ merupakan proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarakjauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi.

    PJJ akan memberikan layananPendidikan Tinggi kepada kelompok Masyarakat yang tidak dapat mengikuti Pendidikansecara tatap muka atau reguler; dan memperluas akses serta mempermudah layananPendidikan Tinggi dalam Pendidikan dan pembelajaran.

    PJJ diselenggarakan dalamberbagai bentuk, modus, dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar sertasistem penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan Standar Nasional PendidikanTinggi.

    Secara legal formal berdasarkan Permendikbud No. 109/2013 (Pasal 2), PJJ bertujuanuntuk memberikan layanan pendidikan tinggi kepada kelompok masyarakat yang tidak dapatmengikuti pendidikan secara tatap muka, dan memperluas akses serta mempermudahlayanan pendidikan tinggi dalam pembelajaran.

    Dengan begitu dapat diartikan bahwa PJJadalah suatu sistem pendidikan yang memiliki karakteristik terbuka, belajar mandiri, danbelajar tuntas dengan memanfaatkan TIK dan/atau menggunakan teknologi lainnya,dan/atau berbentuk pembelajaran terpadu perguruan tinggi.

    Selain perolehan akses yang mudah, sistem PJJ juga diharapkan mampu meningkatkan pemerataan kualitas pendidikanbagi setiap orang.

    Sifat masal sistem PJJ dalam mendistribusikan pendidikan berkualitasyang berstandar dengan memanfaatkan TIK, standardisasi capaian pembelajaran (learningoutcomes), materi ajar, proses pembelajaran, bantuan belajar, dan evaluasi pembelajaran,menjadikan pendidikan berkualitas dapat diperoleh oleh berbagai kalangan lintas ruang danwaktu.

    Sebelum pandemi corono, hayalan ini juga dikemukakan menteri pendidikan MenteriPendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makariem mengatakan, pentinguntuk mengenalkan paradigma baru pendidikan yang lebih kolaboratif, dengan prinsip Merdeka Belajar yaitu memberikan otonomi, transparansi, efisiensi, dan fleksibilitas. Belajar tidak harus di satu tempat, dan ada guru; mahalnya penyelenggaraan pendidikan indonesiaitu karena tempat dankesediaan serta profesionalitas SDM pengajar.

    Hari ini seakan corona dikirim Tuhanmenjawab hayalan mendikbud kita, saat ini model pendidikan merdeka terpaksa dilaksanakan.

    Model Pengajaran Pada Masa Pandemi CoronaKementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Surat Nomor: 35492/A.A5/HK/2020perihal pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Kementerian Pendidikan danKebudayaan.

    Menginstruksikan bahwa segala aktivitas yang dilaksanakan di lingkunganakademik baik di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengahatas, hingga perguruan tinggi diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajarsecara daring atau e-learning.E-learning merupakan kependekan dari electronic learning (Sohn, 2005).

    Salah satu definisi umum dari e-learning diberikan oleh Gilbert & Jones (2001), yaitu: pengiriman materi pembelajaran melalui suatu media elektronik seperti Internet, intranet/extranet, satellitebroadcast, audio/video tape, interactive TV, CD-ROM, dan computer-based training (CBT).

    Baca juga :  Kurban, Pembersihan, dan Kebersamaan

    Definisi yang hampir sama diusulkan juga oleh the Australian National Training Authority(2003) yakni meliputi aplikasi dan proses yang menggunakan berbagai media elektronik seperti internet, audio/video tape, interactive TV and CD-ROM guna mengirimkan materi pembelajaran secara lebih fleksibel. The ILRT of Bristol University (2005) mendefinisikan e-learning sebagai penggunaan teknologi elektronik untuk mengirim, mendukung, dan meningkatkan pengajaran, pembelajaran dan penilaian.

    Udan and Weggen (2000) menyebutkan bahwa e-learning adalah bagian daripembelajaran jarak jauh sedangkan pembelajaran on-line adalah bagian dari e-learning. Disamping itu, istilah e- learning meliputi berbagai aplikasi dan proses seperti computer-basedlearning, web-based learning, virtual classroom, dll; sementara itu pembelajaran on-line adalah bagian dari pembelajaran berbasis teknologi yang memanfaatkan sumber dayaInternet, intranet, dan extranet.

    Lebih khusus lagi Rosenberg (2001) mendefinisikan e-learning sebagai pemanfaatan teknologi Internet untuk mendistribusikan materipembelajaran, sehingga siswa dapat mengakses dari mana saja. Satu keunggulan belajar melalui daring yaitu, semua pertanyaan dibenak siswa akanterjawab.

    Dengan satu klik… tolong mbah google jawab ya Akan tetapi kekurangannya jauhlebh banyakdiantaranya belajar secara virtual tujuan inti pendidikan tidak atau sulit terwujud yaitumembentuk karakter kesholehan, yaitu shidiq, amanah, tabligh dan fathonah dan malahyang tercipta adalah ketergantungan, dan segala bentuk baru kejahilan. Bayangkan anda sekarang mengajar mahasiswa anda secara virtual, tempat, pakaianserta penampilan anda, materi sudah siap.

    Karena sebelumnya sudah janjian bersamauntuk sekian akan bertemu di dunia maya lewat zoom umpanya. Jam telah di tentukan dananda mulai perkuliahan, materi anda berikan, semua lancar, mahasiswa merespon denganbaik tapi ada yang tidak bahkan kurang anda yakini, apakah tampilan mahasiswa anda dengan tampilan hanya wajah itu jujur menerima pengajaran anda, apakah pakaian mereka sesuai kaidah yag ditetapkan dikampus anda, mungkin mereke berpakian atas dengan sopan tapi bawahan hanya pakaicelana, bersarung atau lainnya.

    Apakah mereka bersepatu atau tidak ?. Kaidah kesopan telah terabaikan. Nilai etika telah terabaikan. Itu fakta kecil dari fakt lain kekurangan belajardaring.Saya masih ingat sekali, kata kata guru saya Almagfurlah KH Maimun Adnan BungahGresik (al Fatihah): “ ilmu iku nur (al ilmu nurun) melebune yo lewat ati, ati seng ketok yomoto mongko iku nek golek ilmu sawangen mripate gurumu (masuknya ya lewat hati, hati yang kelihatan adalah mata, maka kalau cari ilmu lihatlah (melalui) mata gurumu)”.

    Denganadanya kontak fisik (lewat mata) suatu pengetahuan akan cepat terserap tidak hanya fahamtapi ngerti lampah lumpuhing pangerten.

    Dalam psikologi pendidikan dikatakan kesuksesanseorang guru diantaranya ditentukan oleh ketepatan interaksi antara guru dan murid sertalingkungannya yang lebih bijak dan lebih empati, karena mengajar adalah dari hati untuk hatiyang lain, ini terjadi bila siswa dan guru ada dalam satu tempat, bukan lewat bayanganinternet.

    Kata mahasiswa saya, ketika pengajaran daring telah diakukan pertama kali; “paknanti pengajarannya berarti lewat hayalan ya pak…..”. Ya bayangkan saja wajah gurumubergerak kesana kemari dengan mimik yang sering lucu (jawab saya).

    Baca juga :  Kurban, Pembersihan, dan Kebersamaan

    Akibat lain dari corona ini adalah menular pada kondisi manajemen sekolah. Sekitar7,5 juta mahasiswa dan hampir 45 juta pelajar sekolah dasar dan menengah ‘dipaksa’ untukmelakukan pembelajaran dari rumah (Adiwijaya, Med.com, 24/04/2020).

    Sedangkan ditingkat pengelolaan di tingkat PTS diprediksi menurun dari segi angka pemberianpendapatan pada karyawan dan dosennya, di karenakan karena bagi PTS, cash flownyasangat bergantung pada keaktifan mahasiswa dalam bertransaksi. Faktanya mahasiswaadalah satu-satunay sumber padi PTS dalam menjalankan manajemen kampusnya.

    Taksedikit mahasiswa yang mengeluhkan kesusahan membayar SPP karena ekonominyaterganggu akibat Covid-19, bahkan dikabarkan ada yang drop out!. Jika mahasiswa tidakbisa membayar SPP, lantas bagaimana kondisi finansial kampus swasta? Uang darimanauntuk menggaji tenaga pendidik dan para karyawan?. Bayangkan saja, jika kondisi iniberlarut-larut tanpa adanya bantuan dari pihak pemerintah atu model baru pembelajaransebagai jalan keluar, banyak PTS yang akan tutup dan gulung tikar !.

    Solusi yang masuk akal adalah maafkan corona atau dengan kata lain ayo berdamaidengan corona atau yang sekarang lagi trend dan didengungkan Pak Jakowi. New Normal.Sekolah dan perkuliahan biarkan berjalan seperti biasa akan tetapi menggunakan kaidah atau protokol kesehatan. Institusi pendidikan harus lebih kerja keras untuk menciptakan dan mengamati dan merasakan keganduhan resah jiwa anak.

    Sibongsor yang baru saja dinyatakan lulus oleh sekolahnya melalui daring. sering kali tidaktidur karena tidak bisa tidur di malam hari, ini jelas rasa kegusaran dan keganduhan jiwa nyayang luar biasa.

    Ajaran sholat malam, mengaji, wirid dia telah lakukan (ajaran tombo ati) ; itusaya dengar dan lihat sendiri. Kegelisahan orang tua dengan anak terekam dalam perbincangan ini.Ayah…. (suatu saat di memanggil saya), ono opo le (ada apa nak).

    Saya kuliahdimana ? … itu pertanyaan yang muncul dari kegundahan anakku. “aku sudah daftar yah kePTN “anu” tapi masalahnya bukan diterima atau tidak di sana, tetapi adalah di PTN saya tujuadalah tempat asing yang sudah terdampak corona.

    Begini anakku…..Kuliah itu TIDAK HARUS di PTN, kuliah itu juga artinya mencari ilmu. Ilmu itu bisadidapat jika memnuhi syarat : 1. syarat material berupa murid dan guru serta tempat, 2. immaterial yaitu situasi dan kondisi yang dimungkinkan atau memungkinkan.Syarat pertama material, berupa murid, guru serta tempat mungkin, sudah ada.Karena itu syarat mutlak.

    Tapi tak kalah fardlunya (wajib) syarat immaterial ini yaitu situasidan kondisi yang memungkinkan. Lihatlah:1. Situasi dan kondisi kota/tempat tujuan.Dalam hal situasi ini, saat ini kota-kota tujuan pendidikan rata-rata dalam situasi dan dalam kondisi zona merah dan daerah tidak terkendali wabah pandemi corona, ini membahayakan. Pean (kamu) bisa mendaftar dan masuk ke daerah tersebut dan sekolahtapi tidak terjamin kamu bisa keluar dari daerah tersebut nantinya.

    Baca juga :  Kurban, Pembersihan, dan Kebersamaan

    Pandemi coronabelum berakhir dan mungkin tidak akan berakhir, karena yang dapat menghentikankorona adalah kita sendiri, prilaku kita sendiri. Terutama prilaku sosial kita yaitu ngumpultanpa protokol kesehatan.

    Penghentian corona akan berakhir jika kekebalan tubuh kita dapat menolaknya, sikap kitaterhadap lingkungan sekitar teraplikatif sehat dan pemerintahan kita juga proaktif takkenal letih membenarkan prilaku masyarakat yang salah. Ini sangat tidak mungkin karenabutuh energi yang besar, biaya yang sangat besar.

    Jadi pantas dan sangat wajar jika seleksi alamlah yang dapat mengentikan coronadengan memberlakukan new normal (suatu perkataan dari keputus asaan perlakuanterhadap pencegahan corona)2. Situasi dan kondisi orang tuaSalah satu penyokong finansial berlangsungnya kuliahamu adalah orang tua.

    Lihalahsekarang kondisi orang tuamu. Sudah sebanyak berapa rupiahkah orang tuamenanggung keluargamu ?. Apakah kira-kira 4 tahun kedepan beliau masih mampumembiayaimu.

    Cobalah berdamai dan berunding dengan mereka. Mereka akan berkatamampu karena yang dilihat adalah masa depanmu. Karena dalam benak fikiran mereka masa depanmu, kebahagianmu adalah masa depan mereka juga. Mereka ingin kamubahagia, sejahtera dalam materi dan bahagia secara rohani.

    Mereka ingin kamu akhirnyapunya rumah yang bagus, kendaraan terkini, tapi juga mereka ingin kau punya isterisholehah, keluarga yang bahagia serta dapat menjalankan rukun islam yang ke lima.Tujuan pendidikan bagi orang tua adalah dapat menjaminnya untuk masuk surga dalamarti dapat mengangkat harkat martabat dan kedudukan orang tua di antara strata sosialmasyarakat dan terhindarkan dari murka allah di akhirat.3. Situasi dan kondisi kampus.

    Situasi dan kondisi kampus saat ini lengang, PTN maupun PTS sama-sama tidak adaisinya. Sebagian besar dosen tidak ada di kampus, hanya para petinggi tertentu dan pegawai tertentu yang diperbolehkan masuk.

    Teman-temanmu wajib belajar di rumah,harus di rumah, mereka kuliah lewat daring tapi tidak bisa praktek dalam mata kuliahtertentu, mereka semua hanya dapat materi.

    Jadi apakah ada perbedaan PTN dan PTS sekarang?. Masa depanmu tidak hanya di tentukan kamu kuliah dimana. Apakah kamu kuliah di PTNdapat menjamin masa depanmu cerah; mudah dapat pekerjaan dengan gaji yang tinggi?, dapat isteri cantik dan sholihah ?. Jadi apakah ada perbedaan kuliah di PTN dan PTSsekarang ?4. Situasi dan kondisi diri sendiri.

    Kalau mau kuliah atau melanjutkan ilmu yang lebih tinggi, setidaknya ikutilah petunjukpara ulama dalam Kitab Ta’lim Al-Muta’allim oleh Syaikh Az-Zarnuji, niat mencari ilmukhususnya ilmu agama setidaknya mencakup hal-hal berikut: Niat mengharapkan RidhaAllah Subhanahu wa Ta’ala, untuk menggapai kebahagiaan akhirat, membasmi kebodohan bagi dirinya dan kebodohan orang-orang disekitarnya, menghidupkan agama, dan untuk menjaga keberlangsungan (kekekalan) agama dilakukan dengan 6 modal yaitu sebagimana syiar dari Ali Bin Abu Tholib :

    Yang artinya: “Ingatlah! Engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan memenuhienam syarat. Saya akan beritahukan keseluruhannya secara rinci. Yaitu: Kecerdasan,kemauan, sabar, biaya, bimbingan guru dan waktu yang lama.”.

    Sekarang lihatlah dirimu… apakah sudah siap untuk kuliah ?Dimanapun dan kemanapun kamu mencari ilmu tidak disyaratkan di PTN atau PTSpilihlah semaumu tapi lihatlah situasi dan kondisi tempat kuliahmu, orang tuamu, kampusmu dan dirimu sendiri. Kalau saran ayah piih kampus yang berkarakter, yang matang, murahdan dekat dengan rumah.Wallahu a’lam (*)

    Penulis : Khoiruddin Anas

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan