Minggu, 26 Februari 2023
28 C
Surabaya
More
    OpiniPenguatan Kesadaran, Ilmu Pengetahuan, dan Ketrampilan dalam Membangun Jati Diri Wartawan

    Penguatan Kesadaran, Ilmu Pengetahuan, dan Ketrampilan dalam Membangun Jati Diri Wartawan

    Oleh : Djoko Tetuko

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), orientasi adalah peninjauan untuk
    menentukan sikap yang tepat dan benar. Pengertian lain yaitu pandangan yang mendasari pikiran, perhatian, dan kecenderungan. (23 Mei 2022).

    Orientasi Kewartawanan adalah peninjauan untuk menentukan sikap yang tepat dan benar dalam menentukan sikap sebagai wartawan. Atau dalam pengertian lain yaitu pandangan yang mendasari pikiran, perhatian, dan kecenderungan, dalam menentukan kelanjutan dalam berkarier atau berprofesi sebagai wartawan.

    Kewartawanan dibangun dengan tugas utama sebagai wartawan dalam membangun jati
    dirinya, sekurang-kurangnya membekal dengan KESADARAN (SADAR) memahami, mengerti dan mempelajari kebutuhan sebagai profesi wartawan. Dengan kata lain, memahami Undang Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan Kode Perilaku Wartawan. Juga memahami, mengerti dan mempelajari undang undang lain atau peraturan perundangan lain yang sangat berkaitan dengan kinerja sebagai wartawan serta perusahaan pers nasional.

    Menguatkan kinerja sebagai profesi wartawan dengan membekali ILMU PENGETAHUAN
    (PENGETAHUAN) berkaitan dengan bidang atau rubrikasi yang ditekuni, sehingga WAJIB
    HUKUMNYA memahami, mengerti, dan mempelajari semua peraturan peundangan
    undangan dan berbagai referensi yang menjadi kebutuhan dalam kinerja sehari-hari.

    Membuat karya jurnalistik sebagai produk dari media pers, yang membedakan tulisan atau penulisan atau informasi yang ditulis masyarakat (bukan wartawan/nitizen), maka
    KETRAMPILAN dalam menulis sebagai syarat utama utama KARYA JURNALSTIK menjadi
    KEWAJIBAN bagi seorang dengan profesi sebagai wartawan.

    BAGAIMANA TUGAS DAN KEWENANGAN SEBAGAI REDAKTUR, KOORDINATOR LIPUTAN, DAN KOORDINATOR REDAKTUR

    Sebagai redaktur, koordinator liputan, dan koordinator redaktur, maka dalam menjalankan tugas dan keweanangan sebagaimana amanat di atas. Seorang redaktur WAJIB menguasai, memahami, mengerti dan mempelajari serta terus meningkatkan dan mempertajam KESADARAN (SADAR). ILMU PENGETAHUAN (PENGETAHUAN), dan KETRAMPILAN di atas kemampuan wartawan di halaman atau rubrikasi yang dipimpin. Sehingga penguasaan terhadap seluruh materi berita sebagai karya jurnalistik dipahami dan dikuasai, sekaligus ditetapkan sebagai produk karya jurnalistik yang memenuhi syarat atau layak siar dengan berbagai pertimbangan.

    Dalam menjalankan tugas dan kewenangan sebagai koordinator liputan, maka WAJIB
    melakukan komunikasi secara intens (secara aktif) sesuai priodesasi deadline penerbitan
    atau publikasi media pers di mana, dia bertanggung jawab melakukan koorinasi liputan
    sesuai dengan tugas, pokok, dan kewenangan (TUPOKE). Seorang koordinator liputan lebih fokus pada penguaran liputan seluruh halaman yang menjadi tanggung jawabnya. Tentu saja KESADARAN (SADAR). ILMU PENGETAHUAN (PENGETAHUAN), dan KETRAMPILAN, sekurang-kurangnya sama dengan redaktur.

    Baca juga :  Pendataan Memang Bukan Pendaftaran

    TUPOKE koordinator redaktur atau koordinator sejumlah halaman atau rubrikasi, maka
    selain WAJIB membekali diri dengan penguatan KESADARAN (SADAR). ILMU PENGETAHUAN (PENGETAHUAN), dan KETRAMPILAN, maka kemampuan dalam menyusun rencana konten dengan secara rutin melakukan pemeringkatan berita sangat dibutuhkan. Sehingga selalu komunikasi dan bekerja sama dengan koordinator liputan dan redsktur, dalam memantau perkembangan berita sampai deadline.

    TUPOKE REDAKTUR, KOORDINATOR LIPUTAN, DAN KOORDINATOR REDAKTUR dalam kinerja sehari-hari WAJIB diperkuat dengan daftar jejaring sesuai dengan kebutuhan halaman dan rubrikasi. Juga selalu melakukan koorinasi dengan wartawan untuk mengecek perkembangan narasumber yang kompeten sesuai dengan tingkatan dan kebutuhan media.

    BAGAIMANA TUPOKE REDAKTUR PELAKSANA, WAKIL PEMIMPIN REDAKSI DAN PIMPINAN REDAKSI

    Undang Undang Pers memang tidak secara langsung menyebutkan Redaktur Pelaksana,
    Wakil Pemimpin Redaksi, dan Pemimpin Redaksi, tetapi secara tidak langsung beban dan
    tanggung jawabnya sebagai penanggung jawab media pers. Sehingga penanggung jawab media pers bekerja sesuai dengan kemampuan bekerja Redpel, Wapempred, dan Pemred.

    Dalam menjalanakan TUPOKE sebagai redaktur pelaksana, wakil pemimpin redaksi hingga
    peminpin redaksi. Maka WAJIB menguasai, memahami, mengerti dan memelajari serta
    mengetahui perkembangan wartawan, redaktur, koorlip, koored, redpel, wapemred, dan
    pemred. Tentu saja dalam memperkuat dan membangun dengan pondasi kesadaran,
    keilmuan, dan ketrampilan tentang kewartawanan lebih kuat dan bermarftabat. Juga
    bijaksana dalam menentukan sikap media. Dan, Penguatan dari keilmuan kewartawan, maka mutlak membutuhkan ilmu pengetahuan.

    Karena sebagai profesi wartawan untuk membuahkan karya jurnalistik, maka dibutuhkan
    keahlian untuk menulis berita. Ketrampilan menulis berita.
    Sebagai seorang wartawan dibutuhkan kemampuan dan kompetensi untuk wawancara
    (wawancara dalam konferensi pers, tanya jawab, wawancara cegat, dan wawancara tatap
    muka langsung –“face to face”—.
    Proses melakukan wawancara dengan baik dan narasumber benar-benar kompeten, maka dibutuhkan kemampuan menggabungkan KESADARAN dan PENGATHUAN dengan memilih narasumber yang sudah terdaftar dalam JEJARING NARASUMBER MEDIA.
    Menjaga produk media pers tidak melanggatan Undang Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik,

    Kode Perilaku Wartawan, Peraturan Perundang undangan lain yang terkait. Karena karya
    jurnalistik WAJIB menjaga martabat amanat. Menjaga marwah para pekerja perusahaan
    pers nasional dengan menulis secara sungguh-sungguh tanpa niat sedikit pun melakukan
    kesalahan.

    Orientasi Keorganisasian

    Orientasi Keorganisasian adalah peninjauan untuk menentukan sikap yang tepat dan benar.
    Dalam menentukan sikap sebagai wartawan pada organisasi yang sesuai dengan hati nurani serta mampu mendukung peningkatan kualitas profesi. Atau dalam pengertian lain yaitu pandangan yang mendasari pikiran, perhatian, dan
    kecenderungan, dalam menentukan kelanjutan dalam berkarier atau berprofesi. Apakah
    organisasi pilihan sudah sesuai atau harus pindah ke organisasi lain.

    Baca juga :  Pendataan Memang Bukan Pendaftaran

    Organisasi Kewartawanan bernama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) adalah kumpulan wartawan yang menyatakan sebagai pekerja profesi bergabung dalam satu wadah dengan diikat peraturan organisasi dan kode etik dan kode perilaku profesi. Yaitu Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD PRT), Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Kode Perilaku Wartawan (KPW).

    Berorganisasi juga harus sadar dengan mempelajari paraturan organisasi sebagaimana
    diatur dalam PD PRT, apa syarat menjadi anggota, apa syarat menjadi pengurus, apa syarat menjadi ketua dan pimpinan organisasi. Apa saja yang dilarang dan apa saja pelanggaran dalam organisasi?.

    Kasadaran saja tidak cukup. Dibutuhkan ilmu pengetahuan dalam berorganisasi dan
    ketrampilan dalam memenej organisasi. Kemudian dalam berorganisasi itu memahami,
    mengetahui, mempelajari dan mengambil sikap untuk menjaga marwah diri dari apa saja
    yang berpotensi melanggar PD PRT, KEJ dan KPW.

    Berorganisasi profesi juga harus sadar bahwa kode etik profesi, baik berkaitan dengan
    pekerjaan (wartawan) maupun perilaku sebagai wartawan dalam lingkup sebagai wartawan maupun sebagai warga negara pada umumnya.
    Kesadaran sebagai Wartawan
    1. Merancang atau merencanakan berita.
    2. Sekurang-kurangnya 3-7 berita secara normal.
    3. Menentukan sudut pandang (angel berita).
    4. Memilih narasumber utama terpercaya dan kompeten untuk mewujudkan sebagai
    berita yang berimbang dan independen.
    5. Menyampikan pada RAPAT dengan REDAKTUR.
    6. Merancang daftar pertanyaan dan menyiapkan pertanyaan umpan balik dari
    narasumber.
    7. Memahami berbagai model dan tehnik wawancara guna menggali informasi lebih
    berkulitas.
    8. SADAR & JUJUR membantu menentukan peringkat atau ranking berita sesuai
    dengan tenget deadline.
    9. Menentukan isi atau konten utama berita dengan judul terpecaya.

    10. Melengkapi narasumber pendukung sebagai penguatan karya jurnalistik bermakna
    dan berbobot serta menjaga keseimbangan.
    11. Menulis berita atau karya jurnalitik sesuai dengan visi dan misi atau maskdu dan
    tujuan media tempat bekerja.
    12. Senantiasa mengkontrol atau meneliti karya jurnalistik sebelum disetorkan untuk
    dipublikasikan.
    13. Memberi penguatan bahwa berita-berita itu mempunyai nilai sangat baik dan
    memenuhi syarat, layak siar, dibutuhkan masyarakat, menjadi persaingan media lain,
    informasi sangat ditunggu publik, sangat diminati pasar.
    14. Memberikan arahan dan alasan singkat untuk rubrik atau halaman berapa yang
    sesuai dan kemungkinan pengembangan dari berita itu.
    15. Melakukan Analissa Evaluasi (Anev) pada berita yang sudah dinyatakan layak siar.
    16. Melakukan Monitoring Evaluasi (Monev) berita yang sudah diaiarkan dan bersaing
    dengan media pers lain.
    17. Menyiapkan langkah-langkah kelanjutan berita menarik dan membuat isu baru dari
    berita atau informasi yang sedang berkembang di masyarakat.

    Baca juga :  Pendataan Memang Bukan Pendaftaran

    Sebagai Redaktur, Koordinator Liputan dan Koordinator Redaktur
    1. Dalam setiap 4-6 jam sekali sekurang kurangnya, melakukan identifikasi dari
    rencana berita dengan memberi penguatan narasumber atau kompilasi (kumpulan
    yang tersusun secara teratur tentang tulisan atau karya jurnalistik)
    2. Menentukan dan memeta dari identifikasi berita sesuai dengan rubrik atau
    halaman dengan mempertimbangkan nilai berita, layak siar, kompetitif,
    kecenderungan publik, kecenderungan media lain, kekuatan pasar atau pembaca,
    informasi kebutuhan masyarakat.
    3. Merencanakan jenis karya jurnalistik sesuai dengan rubrik dan potensi halaman
    (laporan utama, laporan khusus bersambung, investigasi, future, opini, tajuk,
    tulisan bersambung dll).
    4. Meneliti dan mengoreksi “keamanan” materi dari aspek hukum, UU Pers, KEJ dan
    KPW.
    5. Mempertimbangkan kemungkinan kemungkinan ada perlawanan, baik fisik maupun
    materi informasi pokok.
    6. Menentukan target setiap karya jurnalistik dengan dukungan redaktur dan
    wartawan.
    7. Menentukan jadwal siar (publikasi di media).
    8. Menentukan langkah tindaklanjut.
    9. Menyiapkan setiap model karya jurnalistik dengan manajemen perencanaan
    sekurang-kurangnya 5W + 1H dengan pengembangan lebih kuat.
    10. Menyiapkan plane atau rencana lain, jika ada perubahan di tengah jalan.
    11. Memastikan Rubrikasi dengan ranking berita dan penataan atau Lay Out.
    12. Memberi penguatan pada Rubrikasi sudah sesuai dengan maksud dan tujuan media.
    13. Melakukan analisis evaluasi (Anev) dan kemungkinan pengembangan untuk
    penguatan.

    14. Melakukan beberapa perubahan jika diperlukan.
    15. Selalu memberikan apresiasi sebagai sikap profesional.
    Sebagai Koordinator Liputan hingga Pemimpin Redaksi
    1. Merancang seluruh isi atau konten media setiap saat (sesuai jam perubahan)
    2. Memberi penilaian berita di halaman utama.
    3. Memberi penilaian berita di seluruh halaman, dan jenis atau model karya
    jurnalistik khusus.
    4. Memberi penilaian berita khusus yang ditunggu publik.
    5. Mengarahkan Berbagai liputan sebagai penguatan kualitas media; seperti
    investigasi, indeph, future, tajuk, opini (ditentukan materinya), opini umum.
    6. Mengingatkan dan memberikan masukan mengenai kesesuaian dengan hukum,
    UU Pers, UU Terkait media pemberitaan pers, KEJ dan KPW.
    7. Menyiapkan kemungkinan ada perlawanan dari narasumber dan pihak lain.
    8. Memastikan seluruh materi informasi karya jurnalistik sudah aman dari berbagai
    aspek.
    9. Menyetujui dan mendukung tertib administrasi menejemen perencanaan semua
    model atau karya jurnalistik bersifat khusus.
    10. Menyetujui dan mengoreksi biaya atau rencana biaya dari sejumlah perencanaan.
    11. Melakukan komunikasi dengan bagian periklanan untuk tujuan atau fungsi BiSNIS.
    12. Menunjuk petugas redaktur dan penulis khusus pada karya jurnalitik tertentu.
    Misal, tajuk, laporan utama dll.
    13. Melakukan analisis evaluasi (Anev) dan monitoring evaluasi (Monev).
    14. Melakukan SWOT Analisis secara rutin menyesuaikan dengan pengembangan
    perusahaan pers.
    15. Menentukan tindaklanjut media dalam hal kebijakan secara menyeluruh.
    16. Memberikan penghragaan atau reward, juga peringatan dan sanksi dan/atau
    punishment.
    17. Terbuka atau transparan dalam menyampaikan Anev maupun Monev. (*)

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan