Jumat, 12 Agustus 2022
29.4 C
Surabaya
More
    Jawa TimurKediriProdusen Opak Gambir Kebanjiran Pesanan

    Produsen Opak Gambir Kebanjiran Pesanan

    KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Sejak awal Ramadan produsen opak gambir di Kota Kediri, terus mengebut produksinya. Hal ini dilakukan demi memenuhi permintaan konsumen yang meningkat drastis pada momen Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

    Datangnya bulan Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi Umi Mustadiyah, salah satu pembuat panganan tradisional Opak Gambir di Kelurahan Bujel, Kota Kediri. Wanita 65 tahun itu menyebut ramadhan adalah masa panen bagi para pembuat jajanan yang sering disebut egg roll Jawa itu.

    Bahan baku opak gambir sendiri terdiri dari tepung, gula, telur dan perasa. Pada hari biasa, opak gambir sering jadi oleh-oleh, sementara untuk idul Fitri opak gambir jadi suguhan wajib di ruang tamu.

    Baca juga :  Dinsos Kota Kediri Salurkan Bantuan Sosial kepada Puluhan ODKB

    ” Yang beli banyak (saat ramadan. red). Ada yang ngga pesan langsung datang beli, ada juga yang pesan. Sejak awal puasa sudah ada sekitar 10 orang. Yang dari Pasuruan sudah ambil 20 kg, terus mau ambil lagi 10 kg. Dari kota Kediri ada yang ambil 5 kg, terus 10 kg. Ada juga dari Nganjuk. Jadi ambil, terus pesan, ambil lagi,” ujar Umi Mustadiyah, Sabtu (16/4/2022).

    Berbeda dari kebanyakan pembuat opak gambir yang sudah menyiapkan stok sejak jauh-jauh hari, wanita yang akrab disapa Umi, mengatakan, ia membuat opak gambir sejak masih duduk di bangku sekolah, bahkan opak gambir yang siap dipasarkan berdasarkan pesanan warga. Hal itu dilakukan untuk menjaga kualitas rasa dan juga kenikmatan opak gambir.

    Baca juga :  Pertama di Indonesia, Pemkab Kediri Kembangkan Nanas PK-1  Pembenihan

    Tidak hanya itu, dia juga memanfaatkan perasa dari buah-buahan asli serta bahan alami untuk mendapatkan rasa yang lebih nikmat
    ” Ada durian, pisang, jahe, original. Kalau pakai buah asli rasanya berbeda dengan yang memakai essence (perasa buatan), lebih enak yang memakai buah asli, ” tuturnya.

    Lanjut, Umi ia tetap mempertahankan cara tradisional dalam memproduksinya, dimulai dari adonan opak gambir dituang ke dalam cetakan yang dibuat sendiri lalu dibolak-balik agar matang merata. Setelah adonan matang namun tidak boleh sampai keras, digulung secara manual menggunakan tangan.

    Saat menggulung perlu momen yang tepat agar opak gambir bisa tergulung sempurna dan terjaga. Bahkan, yang membuat tambah unik cara memasaknya pun masih menggunakan arang atau sering disebut menggarang. Setiap harinya, Umi bisa menghasilkan 2,5 kg opak gambir.

    Baca juga :  Pemkab Kediri Gelar Gerak Jalan Guna Bangkitkan Soft Skill Siswa

    ” Kalau tidak bulan ramadhan mulai garang jam 8 pagi sampai jam 3 sore. Tapi kalau bulan ramadhan mulai garang habis sahur sampai nanti sekitar jam 10-11 siang selesai,” Tutupnya. (Abi)

    Reporter : Moch Abi Madyan

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan