Kediri  

Imam Wihdan Zarkasyi: Bandara Dhoho Jadi Energi Baru Pertumbuhan Ekonomi Kediri

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kediri itu menilai beroperasinya kembali Bandara Dhoho bukan sekadar pembuka jalur udara, melainkan simbol transformasi ekonomi dan harapan baru bagi masyarakat selatan Jawa Timur.

Imam Wihdan Zarkasyi: Bandara Dhoho Jadi Energi Baru Pertumbuhan Ekonomi Kediri
Ketua Komisi A DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, saat berbicara dalam acara “Ngobrol Asyik Ngobras” bersama awak media di Kediri. Ia menegaskan Bandara Dhoho menjadi simbol energi baru pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa Timur.(Foto: Moch Abi Madyan)

KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, menyambut positif dimulainya kembali penerbangan komersial di Bandara Dhoho Kediri pada 10 November 2025 mendatang. Ia menilai, beroperasinya kembali bandara tersebut akan menjadi energi baru bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di Kediri dan kawasan selatan Jawa Timur.

“Tentunya kita bersyukur dan mengucap Alhamdulillah, Bandara akan beroperasi normal kembali dalam waktu dekat. Ini menjadi angin segar dan energi baru bagi Kota Kediri untuk tumbuh lebih cepat, sekaligus membawa harapan bagi kawasan selatan Jawa Timur,” ujar Imam, yang juga Direktur PT Kediri Lebih Makmur (KLM Agro), Sabtu (25/10/2025).

Rencananya, maskapai Super Air Jet akan melayani rute Jakarta (CGK) – Kediri (DHX) dan sebaliknya setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Penerbangan dari Jakarta dijadwalkan pukul 10.20 WIB, sedangkan dari Kediri pukul 12.30 WIB.

Anggota Komisi A DPRD Kota Kediri ini menilai, pengoperasian kembali Bandara Dhoho menjadi momentum penting bagi pemerataan ekonomi wilayah selatan Jawa. Selama ini, kawasan utara seperti Surabaya dan Gresik lebih maju dari sisi konektivitas udara.

“Kehadiran Bandara Dhoho akan mengubah peta itu. Kediri kini menjadi simpul baru jalur udara nasional, sekaligus gerbang ekonomi yang menghubungkan perdagangan, pariwisata, logistik, dan investasi,” tutur Imam.

Berdasarkan data Pemerintah Daerah, selama hampir setahun masa operasional pada tahun lalu, perputaran ekonomi di kawasan Tarokan dan Grogol meningkat hingga 18 persen. Banyak lahan tidur beralih fungsi menjadi kawasan bisnis, hunian, sentra kuliner, hingga gudang logistik.

“Bandara membawa bukan hanya pesawat dan penumpang, tetapi juga harapan baru bagi masyarakat,” kata Imam.

Ia menambahkan, Bandara Dhoho bisa menjadi magnet bagi investasi industri ringan, logistik modern, dan agroindustri yakni sektor yang menjadi kekuatan khas Kediri.

Penulis: Moch Abi Madyan