JEMBER, WartaTransparansi.com – Adanya praktik curang terhadap BBM bersubsidi di salah satu SPBU di Jember mendapat kecaman keras dari Bupati Jember, Gus Fawait. Hal tersebut disampaikan saat menanggapi temuan penyalahgunaan jatah subsidi yang seharusnya menjadi hak masyarakat kecil, Minggu (15/3/2025) dini hari.
Gus Fawait menyatakan keprihatinannya atas praktik curang yang merugikan masyarakat, khususnya warga kecil yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember tidak akan tinggal diam melihat hak-hak rakyat dirampas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai langkah konkret, Gus Fawait telah memerintahkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memperketat pengawasan di lapangan.
“Kami akan memperketat proses pengeluaran rekomendasi (rekom) untuk BBM subsidi. Pengawasan akan diperkuat mulai dari hulu hingga sampai ke tangan penerima manfaat,” tegas Gus Fawait saat ditemui awak media.
Ia berharap langkah tegas dan sistem pengawasan yang lebih ketat tersebut dapat memberikan efek jera bagi para pelaku penyelewengan.
“Mudah-mudahan ini menjadi peringatan keras bagi oknum-oknum yang memiliki niat tidak baik untuk mempermainkan subsidi rakyat,” tambahnya.
Selain fokus pada penindakan mafia subsidi, Gus Fawait juga mendorong budaya efisiensi di lingkungan internal Pemerintah Kabupaten Jember. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam pengelolaan anggaran subsidi secara nasional.
Salah satu langkah nyata yang mulai diterapkan adalah penggunaan kendaraan dinas secara kolektif dalam kegiatan kedinasan guna mengurangi beban operasional serta konsumsi BBM.
“Kami di Pemkab Jember juga melakukan efisiensi. Contohnya, saat menghadiri acara, kita upayakan datang bersama-sama dalam satu kendaraan, tidak lagi sendiri-sendiri dengan mobil dinas masing-masing. Ini bagian dari komitmen kami agar anggaran subsidi di level nasional tidak membengkak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gus Fawait menegaskan bahwa persoalan penyelewengan BBM bersubsidi kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Jember demi memastikan kesejahteraan petani dan nelayan tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik curang di SPBU tersebut terungkap setelah dibongkar oleh anggota DPRD dan sempat menjadi perhatian Komisi XII DPR RI yang juga turun langsung meninjau lokasi SPBU terkait. (*)





