Jember  

Kunjungi PT.Nankai Bupati Jember Ingatkan Efisiensi Energi

Kunjungi PT.Nankai Bupati Jember Ingatkan Efisiensi Energi

JEMBER, WartaTransparansi.com – Semangat Ramadan, Bupati Jember Gus Fawait lakukan kunjungan kerja ke PT. Nankai Indonesia di Kecamatan Silo (Sabtu (14/3/2025) diketahui PT Nankai adalah sebuah perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang .

Kunjungan ini tidak hanya meninjau potensi ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kepatuhan daerah terhadap instruksi pusat mengenai efisiensi energi.

Ada pemandangan berbeda dalam rombongan kali ini. Gus Fawait bersama jajaran kepala OPD tidak lagi menggunakan deretan mobil dinas pribadi, melainkan berangkat bersama-sama dalam satu kendaraan minibus (Hiace).

Langkah ini ditegaskan sebagai bentuk nyata tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pembatasan penggunaan BBM dan efisiensi anggaran.

“Kami datang rombongan, tidak sendiri-sendiri. Ini adalah bentuk efisiensi sesuai arahan Bapak Presiden. Mengingat gejolak di Timur Tengah yang membuat harga minyak fluktuatif, kita harus waspada agar beban subsidi negara tidak membengkak. Jember harus memberikan contoh nyata dalam penghematan energi,” ujar Gus Fawait .

Selain fokus pada efisiensi, Gus Fawait memberikan apresiasi tinggi terhadap PT. Nankai Indonesia yang telah menanamkan investasi sekitar 10 juta USD (setara Rp150 miliar lebih) di Jember. Perusahaan ini saat ini mempekerjakan sekitar 250 orang, di mana 80 persen di antaranya merupakan warga lokal Jember, khususnya masyarakat sekitar Kecamatan Silo.

“Investasi adalah kunci utama mengurai kemiskinan di Jember selain belanja pemerintah. Kami berkomitmen menyelesaikan Perda RTRW agar Jember semakin ramah investasi dan menjadi pusat ekonomi di ujung timur Pulau Jawa,” tambahnya.

Menanggapi situasi global dan kebutuhan efisiensi yang lebih tinggi, Gus Fawait juga melempar wacana pemberlakuan kembali sistem Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah secara selektif. Menurut dia, kemajuan teknologi saat ini memungkinkan kinerja pemerintahan tetap optimal tanpa harus selalu bergantung pada mobilitas fisik yang memakan biaya operasional tinggi.

“Kita punya pengalaman saat Covid-19. Dengan teknologi yang sudah maju, skenario WFH bisa kita terapkan kembali untuk menekan penggunaan BBM dan biaya kantor tanpa mengurangi kualitas layanan publik,” pungkasnya.

Kunjungan ini diakhiri dengan pesan kuat agar setiap unit usaha di Jember mampu memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global. (*)

Penulis: Sugito