Tradisi Qiyamullail 10 terakhir bulan Romadhan

Ramadhan hari 1447 H/2026M, hari ke 22

Tradisi Qiyamullail 10 terakhir bulan Romadhan
Dr. H Abdul Rouf, M.Ag

Oleh Dr Abdul Rouf  M.Ag – Dosen Univ. Darul ULum Jombang

Alhamdulillah, kita patut berbahagia dilahirkan dan ditempatkan di Indonesia, yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam dengan baik. Musholla dan Masjid selalu berkumandang pada setiap menjelang sholat Fardlu, apalagi di bulan Ramadhan seperti saat ini.

Pada bulan Ramadhan seperti ini, kemeriahan menyambut, mengisi dan pasca ramadhan sangat terasa. Tradisi buka bersama, patrol menjelang sahur, tadarus al-Qur’an, membagi-bagi ta’jil menjelang berbuka puasa baik yang diserahkan ke Masjid dan Musholla atau dibagi-bagikan ditepi jalan raya kepada para pengendara motor dan mobil.

Pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan, yaitu  mulai malam 21, 23, 25, 27  dan 29 Ramadhan, ada tradisi qiyamullail berjama’ah setelah sholat tarawih. Tradisi ini dilakukan dalam rangka mengikuti hadits Rasulullah saw yang artinya :  “Carilah malam lailatul qodar itu pada malam ganjil sepuluh terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhori).

Jama’ah masjid diajak bersama-sama untuk berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan malam yang penuh dengan kemulyaan. Sebagai Contoh, salah satu yang berada di Masjid Darussalam Kauman -Mojoduwur-Kecamatan Mojowarno-Kabupaten  Jombang Jawa Timur.

Tradisi Qiyamullail di Masjid Darussalam Kauman sudah dilakukan sejak tahun 80an. Ketika Jam menunjukkan 01.00 salah seorang anggota ta’mir masjid sudah mengumumkan kepada para jama’ah yang ingin mengikuti sholat Qiyamullail agar menyiapkan diri dan segara hadir di Masjid, kegiatan akan dimulai jam 02.00. Sehingga para jama’ah mulai berdatangan, ada yang sendirian, atau bersama keluarga.

Ketika Jam menunjukkan pukul 02.00 Lampu Penerangan  masjid tidak dinyalakan semuanya, lalu Imam sholat memberitahu kepada seluruh jama’ah yang hadir di Masjid tentang Sholat yang akan dilaksanakan secara berjama’ah : Sholat Tahajjud, Sholat Tasbih, Sholat taubat, Sholat Liqadha’ al-Hawaij (Sholat hajat) dan ditutup dengan Sujud Syukur dan doa.

Setelah kegiatan Qiyamullail berjama’ah selesai, para jama’ah dippersilahkan untuk melaksanakan I’tikaf atau kembali ke rumah masing-masing. Saat ini, Masjid ini menyiapkan makanan Sahur berupa Sepiring Nasi + lauk beserta air mineral.

Mengajak keluarga untuk menggapai lailatul Qadar

Ramadhan adalah bulan penuh barakoh, pada 10 hari terakhir merupakan hari-hari yang penuh dengan kesemangatan dan mesti dilakukan dengan segala macam usaha ( gass poll untuk mendapatkan keutamaannya) 10 hari terakhir terkumpul didalamnya keutamaan-keutamaan bulan ramadhan ; ada malam laaylatulqadar ( malam turunnya al-Qur’an  dari lahu mahfudz ke baytul’izzah), terkumpulnya kasih sayang dan ampunan Allah swt dan terbebasnya manusia mukmin dari siksa api  neraka.