Tradisi Qiyamullail 10 terakhir bulan Romadhan

Ramadhan hari 1447 H/2026M, hari ke 22

Tradisi Qiyamullail 10 terakhir bulan Romadhan
Dr. H Abdul Rouf, M.Ag

Kanjeng Nabi Muhammad saw memberi contoh kepada kita semuanya,  agar ketika mengerjakan amal sholeh, kebaikan-kebaikan tidak dilakukan sendiri, namun hendaknya mengajak keluarga ; suami mengajak istri, putra-putri dan keluarganya, mengajak jama’ah dan tetangga untuk bisa melaksanakan kegiatan qiyamullail.

Ada  beberapa riwayat yang menceritakan tentang amalan-amalan  Rasulullah  saw untuk mendapatkan kemulyaan-kemulyaan di 10 akhir bulan Ramadhan :

Artinya: “Nabi Muhammad saw, ketika 10 hari terakhir bulan Ramadhan tiba, beliau tidak pernah membiarkan anggota keluarganya yang mampu untuk melakukan shalat malam (qiyamul lail) untuk meninggalkannya. Beliau selalu mengajak mereka untuk bangun dan shalat” (HR At-Tirmdizi).

Dalam penjelasannya Abi Dzar menggambarkan hal ini dengan jelas “Bahwasannya Rasulullah saw beserta keluarganya bangun (untuk beribadah) pada malam 23, 25, 27. Khususnya pada malam 29.”

Rasulullah juga mengencangkan ikat pinggang dalam arti menghindari tempat tidur, bertambah semangat beribadah, mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat, menghidupkan malam untuk kegiatan beribadah dan mengajak keluarganya untuk baerbuat baik ( I’tikaf, qiyamullail dan lainnya)  pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Hal ini bersandar pada hadits : Dai Aisyah radhiyallahu ‘anha : Rasulullah saw ketika memasuki sepuluh terakhir malam Ramadhan beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan (beribadah) malam itu dan membangunkan keluarganya. ( HR Bukhari)

Marilah kita bersama-sama berusaha untuk meraih malam lailatulqadar  bersama keluarga dengan menghidupkan malam sejak bakda berbuka puasa, sholat tarawih dan tadarus al-Qur’an, dilanjutkan dengan kegiatan yang lain dalam rangka mengisi malam-malam 10 terakhir bulan Ramadhan..

Janganlah kegiatan menyambut hari Raya Idhul Fitri mengalahkan kegiatan dipenghujung bulan Ramadhan 1447 H. (*)