Satu Langkah = Ibadah Satu Tahun

Ramadhan hari ke 12

Satu Langkah = Ibadah Satu Tahun
Djoko Tetuko Abdul Latief

Oleh Djoko Tetuko – Dirut Media Koran Transparansi

Pepatah populer “Ilmu adalah cahaya” sering diingatkan Imam Syafi’i, yang menggambarkan bahwa ilmu pengetahuan—khususnya ilmu agama—sebagai penerang jiwa dan petunjuk jalan kebenaran dalam kegelapan kebodohan. Ilmu juga memberikan pemahaman, membedakan yang hak dan batil, serta menuntun pada keselamatan dunia dan akhirat.

Tholibul Ilmi Minal Mahdi Illa Lahdi (“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”)

Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah, no. 224, dinilai sahih oleh Al-Albani).

Begitu penting mencari ilmu karena merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Bahkan Nabi Muhammad Shollahu Alaihi Wassalam (SAW) menegaskan wajib bagi laki-laki dan perempuan.

Sehingga mencari Ilmu dalam Islam mempunyai kedudukan sangat mulia, bahkan setara dengan berjihad. Keistimewaan mencari ilmu diberi derajat, dimudahkan jalan menuju surga, diangkat derajat dunia dan akhirat, diwariskan ilmu para Nabi, didoakan oleh seisi bumi dan langit, serta menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Bahkan, mencari ilmu di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan luar biasa, dimana setiap langkah menuju majelis ilmu bernilai setara ibadah satu tahun. (Satu Langkah ke Majelis Ilmu = Ibadah Satu Tahun).

Sabda Nabi Muhammad SAW sebagaimana pada (Kitab Durratun Nasihin). “Barangsiapa menghadiri majelis ilmu di bulan Ramadhan, maka Allah mencatat untuknya setiap langkah kakinya sebagai ibadah satu tahun”

Tanpa mengesampingkan ibadah wajib dan sunnah di bulan suci Ramadhan, dengan pahala dan hikmah luar biasa, seperti sholat tarawih, tadarus, dan berbagai aktifitas lainnya. Maka 15 hari lebih menikmati sisa kewajiban puasa di bulan milik “Umat Nabi Muhammad SAW” ini. Jauh lebih bermanfaat jika setiap hari mengagendakan menuju majelis ilmu, terutama ilmu agama untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, keikhsanan sebagai muslim mendekati sempurna dalam ikhtiar.

Walaupun di dalam bulan Ramadhan terdapat Nuzulul Qur’an (turunnya Kitab Suci Al Qur’an), juga ada satu malam setara dengan 83 tahun, yaitu malam “Lailatul Qadar”. Tetapi sayang seribu sayang jika melewatkan untuk mencari ilmu di berbagai majelis ilmu keagamaan, walaupun hanya satu ayat.

Mencari dengan niat meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, peduli dengan kedaulatan bangsa dengan sungguh-sungguh menjaga kekuatan anak bangsa di berbagai bidang usaha. Maka sangat tepat jika di kantor-kantor menyediakan forum majelis ilmu, sebagai benteng keimanan dan kebangsaan. Juga memberi penyegaran keilmuan.

Ilmu adalah Cahaya