MOJOKERTO, WartaTransparansi.com –Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengunjungi Pasar Takjil Ramadan 1447 Hijriah di halaman Pasar Ketidur, yang berakhir hingga 4 Maret 2026. Agenda kegiatan tahunan ini bagian upaya Pemerintah Kota Mojokerto dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM kuliner.
Ning Ita sapaan akrab wali kita menyampaikan bahwa Pasar Takjil Ramadan secara konsisten digelar setiap tahun sebagai bentuk dukungan nyata bagi UMKM di Kota Mojokerto.
“Kegiatan pasar takjil Ramadan ini sudah menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mojokerto. Kita memberikan ruang bagi UMKM kuliner agar memiliki tempat yang lebih spesial untuk menjajakan produknya selama Ramadan,” terang Ning Ita.
Dijelaskan Kota Mojokerto memiliki tidak kurang dari 16.000 UMKM kuliner yang tersebar di berbagai wilayah. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor usaha mikro.
“Kita berharap Ramadan yang penuh berkah ini akan menghasilkan cuan yang melimpah bagi UMKM. Ini menjadi bagian dari upaya kita untuk terus menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor kuliner,” tambah Ning Ita.
Selain menjadi pusat kuliner Ramadan, Pasar Takjil Ketidur juga menjadi wadah kreasi seni masyarakat. Berbagai kegiatan seni dan lomba turut digelar untuk memeriahkan suasana, sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi masyarakat.
“Berbagai kegiatan yang diselenggarakan di pasar takjil ini juga menjadi ruang kreasi bagi masyarakat melalui kegiatan seni dan budaya, sehingga semakin meramaikan suasana Ramadan di Kota Mojokerto,” pungkas Walikota, saat berkunjung di Pasar Takjil Ketidur, Minggu (1/3/2026) sore
Sejumlah warga kota Mojokerto yang mengunjungi pasar takjil untuk persiapan buka puasa dirumah, mengaku gembira adanya pasar seperti ini, karena apa yang diinginkan untuk makan buka puasa dirumah bersama keluarga semua tersedia dengan harga terjangkau.
“Mau buka puasa dengan takjil beraneka jenis, dan lauk pauk yang kami inginkan, semua ada di pasar takjil ini. Kami habiskan kurang dari Rp. 30.000, kami sudah bisa buka bersama keluarga di rumah,” aku Husnan, warga Jl. Empunala.
Menurut Husnan dan sejumlah warga lainnya, dengan tersedianya menu buka puasa dengan harga terjangkau ini, warga kota lebih fokus untuk berpuasa, karena untuk ketersediaan buka puasan bisa didapat dengan mudah. (*)





