Sabtu, 18 Mei 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaWali Kota Berharap Harga Bahan Pokok di Surabaya Tetap Stabil hingga Idul...

    Wali Kota Berharap Harga Bahan Pokok di Surabaya Tetap Stabil hingga Idul Adha

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) –
    Wali Kota Eri Cahyadi berharap, harga bahan pokok di Kota Surabaya harus stabil hingga Hari Raya Idul Adha mendatang. Harapan itu menyusul turunnya angka inflasi di Surabaya.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2023, Kota Surabaya terjadi inflasi year on year (yoy) sebesar 5,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,29. Padahal, pada Maret 2023 yoy Surabaya masih sebesar 6,3 persen, dan April 2023 yoy Surabaya sebesar 5,64 persen dan bulan ini turun menjadi 5,27 persen.

    Turunnya inflasi tersebut, kata Eri, tidak lepas dari kerja keras Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surabaya. Tim ini selalu rutin memantau perkembangan harga, dan menggelar rapat evaluasi setiap minggunya.

    Baca juga :  Waspada Risiko Penularan DBD di Kota Surabaya

    “Makanya, harga bahan pokok jarus bisa stabil hingga Hari Raya Idul Adha nanti. Kita akan terus pantau harga dan kita terus menjaga dan menekan inflasi. Bahkan, kita juga selalu rapat inflasi setiap hari Jumat,” katanya.

    Menurut Eri, pihaknya tidak hanya melihat kenaikan harga semata, tapi juga melihat kebutuhan atau stok yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sejauh ini, kebutuhan itu masih tetap bisa terpenuhi dan harga bahan pokok dipastikan akan tetap stabil hingga Idul Adha nanti.

    “Nah, yang kita kejar sekarang ini adalah harganya yang harus semakin turun. Ada beberapa hal seperti cabai rawit sudah turun, ada yang masih tinggi seperti daging ayam tapi sekarang sudah di bawah juga. Saya juga sampaikan itu inflasi jangan sampai di atas HET (Harga Eceran Tertinggi),” tegasnya.

    Baca juga :  Wali Kota Minta PPK Jaga Netralitas Pilkada Surabaya

    Apabila sudah ada yang jual di atas HET, maka dia sudah meminta jajaran Pemkot Surabaya untuk melakukan langkah-langkah strategis yang solutif. Ia mencontohkan BBM untuk mengangkut barang itu disubsidi oleh pemkot dengan menggunakan biaya tak terduga.

    “Seperti itu boleh-boleh saja, dan itulah yang dilakukan oleh TPID ini,” katanya.

    Selain itu, Eri juga menjelaskan, jika ada inflasi di Surabaya, ia bersama TPID menganalisis inflasinya itu karena apa, di bagian apanya. Baru setelah itu dilakukan langkah-langkah penyelesaiannya supaya bisa menekan inflasinya. Bahkan, ia mengaku sudah meminta jajaran PD Pasar Surya untuk selalu memantau harga di pasar, kalau ada yang menjual di atas HET, sanksinya bagaimana dan tindaklanjutnya bagaimana.

    Baca juga :  Pemkot Kebut Perbaikan Saluran Air di Perkampungan Surabaya

    “Misalnya jual minyak seperti Minyak Kita. Kalau yang plastikan itu murah dan sesuai HET, lalu yang botolan harganya mahal dan tidak sesuai HET, berarti jangan jualan yang botolan, jual yang plastikan saja. Nah, itulah yang saya minta kepada PD Pasar Surya sekaligus dengan tim inflasinya, begitu-begitu yang saya minta,” ujarnya.

    Berdasarkan laporan dari TPID, harga daging sapi Rp 140 ribu, telur Rp 27 ribu, cabai rawit Rp 57 ribu, gula curah Rp 13.500, daging ayam Rp 36.750, beras medium non bulog Rp 10.500, dan Minyak Kita Rp 14 ribu. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan