Selasa, 18 Juni 2024
29 C
Surabaya
More
    HeadlineKapolres Pasuruan Ingatkan Masyarakat Jangan Lagi Produksi Petasan

    Kapolres Pasuruan Ingatkan Masyarakat Jangan Lagi Produksi Petasan

    PASURUAN (Wartatransparansi.com) – Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengingatkan masyarakat agar tak berani-berani memproduksi atau bahkan memperjual belikan mercon alias petasan.

    Peringatan ini penting untuk disampaikan. Mengingat baru-baru ini pihaknya telah mengamankan sebanyak 4 pelaku yang terbukti memproduksi petasan dalam jumlah banyak.

    Bahkan, ada salah satu pelaku yang diketahui sengaja membuat petasan sampai mencapai 10 ribu batang dengan ukuran kecil. Serta beberapa temuan lain seperti potasium, belerang dan mesiu yang merupakan bahan dasar pembuatan petasan.

    “Ada empat orang yang kami amankan karena kedapatan memproduksi petasan dalam jumlah yang lumayan banyak sampai 10 ribu batang,” kata Kapolres saat ditemui di ruangannya, Senin (27/3/2023).

    Baca juga :  Euro 2024 Baru Dimulai, Timnas Jerman Sudah Ukir Sejarah

    Dijelaskannya, penggunaan petasan dianggap dapat menganggu situasi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Lantaran dari ledakannya bisa membahayakan orang lain maupun pelaku itu sendiri.

    “Kalau ledakannya besar bisa membahayakan keselamatan banyak orang. Termasuk sudah pasti orang yang membuatnya atau menyalakannya,” ucapnya.

    Lebih lanjut Kapolres menegaskan bahwa sebelum mengamankan para pelaku pembuat petasan, Polres Pasuruan sudah melakukan mapping alias pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi sebagai sentra pembuatan petasan.

    Dan hasilnya, para pelaku tersebut melakukan aksinya di wilayah Kecamatan Tutur, Gempol, Purwosari dan Puspo.

    “Dulu sempat di Kecamatan Beji, tapi saat ini setelah kami sisiri tidak ada. Justru di wilayah lain seperti Tutur, Gempol, Purwosari dan Puspo,” singkat Bayu.

    Baca juga :  Langgar Gipo, Jejak Sejarah Ketua PBNU Pertama di Kalimas Udik Surabaya

    Dengan diamankannya para pelaku plus barang bukti, Bayu menegaskan apabila terbukti memproduksi hingga memperjual belikan petasan, maka tersangka dapat dijerat Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak. Ancaman hukumannya pun tak main-main, yakni 20 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

    “Maka dari itu, kami meminta masyarakat untuk betul-betul memahami bahwa memproduksi petasan atau mercon jelas melanggar Undang-Undang. Mari kita jaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat dengan tak lagi menjual belikan petasan, mercon dan sejenisnya,” tegasnya. (min)

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan