Ekbis  

Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,4 Persen pada 2026

Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,4 Persen pada 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

JAKARTA, Wartatransparansi com – Pemerintah terus memperkuat kebijakan perekonomian nasional guna menjaga stabilitas dan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Tekanan eksternal seperti perlambatan ekonomi dunia dan meningkatnya tensi geopolitik mendorong perlunya kebijakan yang adaptif, konsisten, serta berorientasi jangka menengah dan panjang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap resilien dengan risiko resesi yang relatif rendah dibandingkan negara besar lainnya. Hal tersebut berdasarkan penilaian Bloomberg terhadap kondisi ekonomi global.

“Di tengah ketidakpastian global akibat perlambatan ekonomi dan meningkatnya tensi geopolitik, ekonomi Indonesia tetap resilien dengan tingkat risiko resesi yang relatif rendah,” ujar Airlangga dalam forum IBC Business Outlook 2026 yang diselenggarakan Indonesian Business Council (IBC).

Airlangga menyampaikan, selama tujuh tahun terakhir Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen dengan akumulasi pertumbuhan sekitar 35 persen. Stabilitas makroekonomi juga tetap terjaga, tercermin dari inflasi Desember 2025 yang berada di level 2,92 persen.

Kinerja pasar keuangan menunjukkan tren positif dengan indeks saham yang terus mencetak rekor, nilai tukar rupiah yang relatif stabil, serta aktivitas sektor riil yang ekspansif. Hal ini tercermin dari PMI manufaktur sebesar 51,2 dan indeks kepercayaan konsumen yang meningkat ke level 123,5. Dari sisi eksternal, Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan dengan cadangan devisa mencapai USD 156,1 miliar.

Dari sisi fiskal, pemerintah menjaga kredibilitas APBN dengan defisit 2025 tetap di bawah 3 persen dan rasio utang yang terkendali. Pemerintah juga menyiapkan stimulus ekonomi sepanjang 2025 senilai Rp110,7 triliun untuk menjaga daya beli dan pertumbuhan ekonomi.

Memasuki 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen yang didukung penguatan sektor riil, delapan program prioritas nasional, serta pemberdayaan UMKM. Fokus juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, transformasi digital, dan perbaikan iklim investasi guna menciptakan lapangan kerja dan menjaga daya saing nasional.
Menutup paparannya, Airlangga mengajak pelaku usaha tetap optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan. (din/ais)