Sabtu, 22 Juni 2024
30 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanSekdaprov Adhy Karyono: Perkuat Antisipasi Kewaspadaan Kebakaran Hutan

    Disampaikan Pada Rakor Brigade Pengendalian Karhutla

    Sekdaprov Adhy Karyono: Perkuat Antisipasi Kewaspadaan Kebakaran Hutan

    SURABAYA (Wartatransparansi.com) – Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menghadiri Rapat Koordinasi Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jatim Tahun 2023 di Kantor Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Jalan Gentengkali Surabaya, Selasa (14/3).

    Dalam arahannya, Sekdaprov Adhy mengatakan, penyebab kejadian kebakaran hutan setiap tahun selalu berubah. Karena selain faktor cuaca/iklim, faktor yang paling mempengaruhi terjadinya kebakaran hutan adalah ulah tangan manusia. Bahkan menurut pengalaman sebelumnya, s.ekitar 90 persen penyebab kebakaran hutan adalah faktor manusia.

    Mulai membuka lahan dengan cara dibakar, mencuri kayu dan lainya. “Faktor penyebab kebakaran hutan banyak, namun seringkali karena ulah manusia,” kata Adhy Karyono.

    Untuk itu menjadi tugas-tugas kita dalam melakukan kewaspadaan dan antisipasi secara terpadu dan menyeluruh pencegahan penyadaran masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang menimbulkan kebakaran hutan.

    Baca juga :  Tahun 2024 Semua Layanan Publik Jatim Diharap Naik Status Menjadi A

    Pihaknya memastikan kerusakan hutan sangat merugikan. Kerugian yang diakibatkan bukan saja dari segi ekonomi, namun juga secara ekologi dan sosial. Salah satu penyebab rusaknya hutan adalah terjadinya karhutla.

    Kemudian bagaimana pasca bencana kebakaran hutan ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Di Jatim seluruh komponen, seluruh komunitas terus berupaya melakukan pencegahan. Tentu terima kasih untuk teman-teman baik rimbawan maupun tokoh masyarakat yang peduli dengan kelestarian hutan di Jatim,” katanya.

    Penanggulangan kebakaran hutan ini, kata Adhy, juga menjadi perhatian serius Presiden RI Joko Widodo. Hal ini tertuang dalam Instruksi Presiden RI Nomor 3 tahun 2020 tentang penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

    Di Jatim sendiri, lanjutnya, dalam jangka waktu 4 tahun ini, kebakaran hutan yang terjadi di Jatum menunjukkan tren menurun. Dimana tahun 2019 seluas 7.550,09 ha (0,55 %), tahun 2020 seluas 940,14 ha (0,07 %), tahun 2021 seluas 466,95 ha (0,034 %) dan tahun 2022 seluas 390,50 ha (0,028 %) dari luas kawasan hutan di jawa timur.

    Baca juga :  Pemprov Jatim dan Denmark Bahas Kerjasama Bidang Perkapalan, Perikanan dan Energi Terbarukan

    Ditambah tahun 2023 ini merupakan tahun politik, sehingga perlu peningkatan kewaspadaan terhadap hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas, termasuk peningkatan karhutla di daerah.

    “Sesuai arahan Menkopolhukam maka mohon untuk ditingkatkan patroli rutin penanggulangan karhutla baik oleh brigade penanggulangan karhutla yang ada di UPT KLHK, maupun Dinas Kehutanan Provinsi, TNI/Polri, maupun pemegang izin pemanfaatan kawasan/lahan,” katanya.

    Adhy juga meminta kepada para petugas di lapangan untuk memonitor dengan baik keadaan di lapangan. Karena pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi atau kabupaten kota tetapi juga tanggung jawab stakeholders yang terlibat dalam penanganan hutan. (min)

    Reporter : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan