Senin, 22 Juli 2024
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurGresikSempat Isolasi Diri, Kepala Kemenag Gresik Dinyatakan Negatif Covid-19

    Sempat Isolasi Diri, Kepala Kemenag Gresik Dinyatakan Negatif Covid-19

    GRESIK (WartaTransparansi.com) – Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Gresik Markus akhirnya bisa lega, setelah mendapat kabar jika hasil tes swab di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya dinyatakan negatif virus Corona atau Covid-19.

    Tes swab itu dilakukan oleh Markus untuk membuktikan jika dirinya memang benar-benar sehat dan tidak terinfeksi Covid-19.

    Seperti diketahui, Markus selaku Kepala Kemenag Gresik pada tahun ini ditunjuk menjadi salah satu petugas haji bersama 28 orang lainnya, yang nantinya akan mendampingi jamaah haji dari Kabupetan Gresik.

    Karena itu, pada tanggal 9-18 Maret 2020 yang lalu ia mengikuti pelatihan petugas haji yang juga diikuti oleh petugas haji dari seluruh kabupaten/kota di Jatim. Pelatihan tersebut berlangsung di asrama haji Sukolilo Surabaya.

    Selama pelaksanaan pelatihan, Jawa Timur belum termasuk wilayah yang terpapar Covid-19. Baru setelah acara pelatihan hampir berakhir, Jawa Timur menjadi wilayah terpapar Covid-19.

    Markus mengaku sempat kaget ketika mendengar salah seorang dari kabupaten lain yang sempat satu kamar selama pelatihan petugas haji dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

    Walapun sempat syok mendengan kabar tersebut, Markus tetap yakin jika dirinya sehat-sehat saja, apalagi sejak pelatihan hingga saat ini tidak pernah mengalami gangguan batuk ataupun gejala lainnya.

    Kendati begitu, seauai protokol kesehatan dia harus tetap melakukan rapid test dan tes swab. Rapid test dilakukan pada 27 Maret dan tes swab dilakukan pada 7 April di RSUA Surabaya. “Dan alhamdulillah hasilnya negatif,” kata Markus.

    Memang sejak ada kabar salah seorang peserta pelatihan postif Covid-19, Markus langsung melakukan isolasi diri secara mandiri, karena saat itu kondisinya sehat. Apalagi keluarga dan kedua anaknya mendukung penuh, sehinga Markus semakin yakin kalau dirinya sehat.

    Selama masa isolasi, dua mengaku sesekali pernah keluar rumah, karena harus menghadiri acara di kantor Pemkab Gresik, yakni acara maklumat forkopimda dan ulama.

    Setelah mendapat kabar kalau dirinya negatif Covid-19, Markus langsung memberi tahu para koleganya, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Gresik. Hal itu juga dilakukan terhadap para ASN di lingkungan kantor Kemenang Gresik.

    Atas apa yang dialaminya, Markus berpesan kepada masyarakat, khusunya para ASN di lingkungan Kemenag Gresik, agar menjaga protokol kesehatan menjaga jarak dan hidup bersih.

    Tak hanya Markus, seluruh petugas haji dari Gresik dikatakan melakukan tes swab untuk memastikan terbebas dari wabah Covid-19.

    Berdasrakan data dari Satgas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Gresik, hingga Sabtu (11/4/2020) sore, jumlah positif Covid-19 ada 10 orang.

    Salah satu yang berstatus positif berasal dari ASN Kemenag Gresik yang ikut pelatihan di asrama haji Sukalilo Surabaya,” kata Reza Pahlevi, Kabaghumas Pemkab Gresik.

    Sedangkan warga yang berstatus orang tanpa gejala (OTG) ada 118 orang, orang dalam resiko (ODR) 847 dan orang dalam pemantauan (ODP) 1.017. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) ada 80 orang. “Satu pasien sembuh dan satu orang meninggal dunia,” papar Reza.

    Warga Gresik yang dinyatakan positif Covid-19 tersebar di tujuh kecamatan yakni, Manyar 3 orang, Kebomas 2 orang, sedangkan Driyorejo, Sedayu, Duduksampeyan, Benjeng dan Kecamatan Menganti masing-masing 1 orang. (rin)

    Reporter : Rinto Junaidi

    Editor : Amin Istighfarin

    Sumber : WartaTransparansi

    COPYRIGHT © 2020 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan