Kediri  

Kondisi Mengkhawatirkan, Pemkot Kediri Bersihkan Jembatan Brantas Lama

Kondisi Mengkhawatirkan, Pemkot Kediri Bersihkan Jembatan Brantas Lama
Petugas gabungan dari BPBD, DPUPR, PJT, dan DLHKP Kota Kediri membersihkan tumpukan sampah yang menyangkut di pilar Jembatan Brantas Lama, Rabu (18/2), untuk menjaga kekuatan konstruksi bangunan cagar budaya berusia 156 tahun. (Foto: Istimewa).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Di tengah derasnya arus Sungai Brantas, sejumlah petugas berseragam lengkap turun ke air, memunguti satu per satu kayu dan bambu yang menyangkut di pilar Jembatan Brantas Lama. Bangunan berusia yang akan menginjak 157 tahun pada bulan Maret 2026 itu tak sekadar besi tua penyeberang sungai, melainkan saksi sejarah Kota Kediri yang nyaris terancam tumpukan sampah. Aksi cepat Pemerintah Kota Kediri membersihkan jembatan cagar budaya tersebut menjadi pengingat bahwa merawat warisan leluhur adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menegaskan pembersihan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap aset sejarah daerah.

“Seperti yang kita tahu jembatan tersebut sudah masuk cagar budaya. Jadi tujuan kami untuk menjaga aset kita supaya tidak terjadi bahaya akibat sampah yang menumpuk yang bisa mempengaruhi kekuatan konstruksi jembatan,” jelasnya, Rabu 18 Februari 2026.

Ia menerangkan, sampah yang menumpuk di bagian bawah jembatan didominasi material kayu dan bambu yang terbawa arus dari arah selatan melalui Sungai Brantas. Kondisi arus yang kotor memperbesar potensi sampah tersangkut di pilar jembatan.

Pembersihan dilakukan secara manual oleh tim gabungan dari BPBD, DPUPR, Perum Jasa Tirta (PJT), serta DLHKP. Petugas menggunakan alat bantu berupa besi panjang dan mesin pemotong senso untuk memotong material kayu yang menyangkut.

“Sebenarnya mau pakai alat besar tapi trouble, jadi PJT mengizinkan dipotong-potong dan dihanyutkan nanti di Bendungan Waru Turi akan dibersihkan karena alat besar stand by di sana,” ujarnya.

Penulis: Moch Abi Madyan