Kediri  

Kondisi Mengkhawatirkan, Pemkot Kediri Bersihkan Jembatan Brantas Lama

Kondisi Mengkhawatirkan, Pemkot Kediri Bersihkan Jembatan Brantas Lama
Petugas gabungan dari BPBD, DPUPR, PJT, dan DLHKP Kota Kediri membersihkan tumpukan sampah yang menyangkut di pilar Jembatan Brantas Lama, Rabu (18/2), untuk menjaga kekuatan konstruksi bangunan cagar budaya berusia 156 tahun. (Foto: Istimewa).

Selama proses pembersihan, faktor keselamatan menjadi prioritas. Petugas diwajibkan mengenakan pelampung dan dua perahu karet disiagakan di tepi sungai untuk mengantisipasi kemungkinan hanyut. Meski arus cukup deras, tim tetap bekerja dengan hati-hati.

Joko berharap langkah cepat Pemkot Kediri ini dapat memantik kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai. Menurutnya, peran warga sangat menentukan dalam mencegah tumpukan sampah kembali terjadi.

“Begitu kita bersihkan masyarakat jadi tahu budaya bersih untuk tanggap bencana muncul. Kalau dari Pemkot peduli maka masyarakat akan peduli juga,” tutupnya.

Sebagai informasi, Jembatan Lama Kediri yang diresmikan pada 18 Maret 1869 dikenal dengan nama Brug Over den Brantas te Kediri. Jembatan sepanjang sekitar 160 meter dengan lebar 5,8 meter ini dirancang insinyur Belanda, Sytze Westerbaan Muurling, dan menjadi salah satu konstruksi besi tertua di Pulau Jawa. Pada masa kolonial, jembatan tersebut merupakan bagian dari jalur strategis Groote Postweg yang menghubungkan berbagai wilayah di Jawa.

Kini, selain berfungsi sebagai penghubung wilayah barat dan timur Kota Kediri, keberadaan Jembatan Lama juga menjadi simbol warisan budaya yang memiliki nilai historis tinggi. Upaya pembersihan yang dilakukan Pemkot Kediri menjadi bagian dari komitmen menjaga kekuatan konstruksi sekaligus melestarikan ikon sejarah kota agar tetap berdiri kokoh bagi generasi mendatang.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan