JEMBER, WartaTransparansi.com – Sebanyak 40 anak didik Inklusi atau Anak Berkebutuhan khusus (ABK) di Sekolah SDN 01 Ambulu tak mendapat pelayanan maksimal ,pasalnya 40 anak didik ABK tersebut hanya di ajar oleh satu guru.
“Secara aturan 6 siswa ABK harus di ajar oleh satu orang guru aku Kepsek di SDN Ambulu 01 Siti Yuliana Margareta saat di temui di ruang kerjanya.
Mirisnya lagi menurut pengakuan Kepsek perempuan yang mengaku sudah bertugas di SDN 01 Ambulu sejak 2015 tersebut, guru yang mengajar 40 siswa ABK tersebut tidak mendapatkan honor dan status guru pengajar tersebut sampai saat ini guru tersebut belum jelas alias relawan .
Masih Ana ,siswa siswi tersebut menurut pengakuan Ana sapaan akrab Kepsek SDN Ambulu 01 keberadaan siswa ABK di SDN Ambulu 01 sudah sejak 2015,kalau perlu jauh sebelum tahun itu , ungkapnya.
Dikonfirmasi lebih lanjut seputar status 40 siswa inklusi tersebut yang bersangkutan mengatakan bahwa 40 siswa siswi ABK tersebut masuk daftar Dapodik di Dinas Pendidikan Kabupaten Jember.
Ana juga menambahkan untuk murid yang ada berasal dari beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Jember
Dari data yang ada di ketahui siswa inklusi adalah anak berkebutuhan khusus (ABK) yang belajar bersama teman sebaya di sekolah reguler/umum, didukung kurikulum dan pengajaran yang disesuaikan (diferensiasi) untuk memenuhi kebutuhan individual mereka.
Di ketahui aistem ini bertujuan memberikan kesempatan belajar yang setara, meningkatkan toleransi, serta memaksimalkan potensi akademis dan sosial tanpa diskriminasi.
Berikut adalah 4 poin penting terkait siswa inklusi:
-Jenis Siswa Inklusi
-Mencakup anak dengan autisme (ASD), gangguan pemusatan perhatian (ADHD), gangguan belajar (disleksia/disgrafia), disabilitas intelektual, gangguan emosi, hambatan penglihatan/pendengaran, dan bakat istimewa.
-Bentuk Dukungan Pendidikan.
Diperlukan guru pendamping khusus (GPK), kurikulum yang diadaptasi, serta lingkungan fisik yang aksesibel
-Asesmen dan Pendaftaran
Calon siswa seringkali melalui asesmen tumbuh kembang atau psikologis untuk menentukan kebutuhan khusus sebelum masuk kelas inklusi.
-Sedangkan manfaat atas kelas inklusi kepada anak didik adalah,
Menumbuhkan empati bagi siswa non-ABK, meningkatkan kepercayaan diri ABK, dan mengurangi sikap diskriminatif.
Tak hanya itu sekolah inklusi wajib menciptakan lingkungan yang ramah dan suportif, seringkali bekerja sama dengan profesional seperti psikolog atau terapis. (*)





