SURABAYA, WartaTransparansi.com – Purna tugas dari birokrasi bukan berarti berhenti mengabdi. Justru bagi aq lebih fokus pada keluarga sekaligus memperluas kiprah di bidang kemanusiaan melalui Palang mo Indonesia (PMI).
Setelah hampir 40 tahun mengabdikan diri sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, Fattah kini dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan PMI Jawa Timur.
“Alhamdulillah, saya dipercaya Ketua PMI Jawa Timur menjadi Sekretaris Dewan Kehormatan PMI Jatim. Ini tentu amanah besar karena langsung bersentuhan dengan urusan kemanusiaan,” ujar Dr. Ir. H. Raden Bagus Fattah Jasin, M.Si, dalam percakapan santai dengan Wartatransparansi.com di Surabaya, Kamis (29/1/2026).
Ia mengungkapkan, sebelum memasuki masa purna tugas, Ketua PMI Jatim Imam Utomo telah menyampaikan bahwa dirinya tetap bisa bergabung dan berkontribusi di PMI tanpa melihat jabatan atau posisi.
Namun di luar dugaan, kepercayaan yang diberikan justru menempatkannya di Dewan Kehormatan PMI Jatim, dengan Wakil Gubernur Jawa Timur sebagai ketuanya.
Menurut Fattah, PMI adalah organisasi yang menjunjung tinggi semangat kesetaraan. Tidak ada sekat jabatan karena seluruh pengurus dan relawan memiliki kedudukan yang sama dalam pengabdian kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan yang menegaskan bahwa PMI merupakan organisasi kemanusiaan berbasis relawan.
“PMI itu organisasi kolektif kolegial. Kita semua relawan. Tidak perlu melihat ada di struktur mana, yang penting adalah kontribusi,” tegasnya.
Pengalaman panjangnya di birokrasi, termasuk saat menjabat sebagai Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, membuat Fattah sangat memahami peran strategis PMI.
Menurutnya, PMI merupakan supporting system pemerintah dalam berbagai sektor, mulai dari penanggulangan bencana, pelayanan donor darah, kesehatan, pendidikan dan pelatihan, hingga pembinaan relawan.
“Sebagai birokrat, saya sudah sangat familiar dengan program PMI. Perannya nyata dan langsung dirasakan masyarakat, terutama saat bencana dan ketika kebutuhan darah meningkat,” jelasnya.
Meski kini berada di Dewan Kehormatan, Fattah menegaskan dirinya siap turun langsung sebagai relawan. Apalagi Jawa Timur dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari banjir, kekeringan, erupsi gunung api, hingga potensi tsunami di wilayah selatan, dari Banyuwangi hingga Pacitan.
“Lahir dan batin, saya ingin tetap mengabdi sebagai relawan PMI Jatim dan bersama-sama membantu bidang-bidang yang ada,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, layanan kemanusiaan tidak mungkin dijalankan PMI sendirian.
Diperlukan sinergi yang kuat dengan PMI kabupaten/kota, PMI pusat, pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, hingga media.
Ke depan, Fattah berharap kepengurusan PMI Jatim yang baru mampu memperkuat koordinasi dan sinergi tersebut. Publikasi peran PMI juga dinilai penting agar masyarakat semakin memahami kontribusi PMI, terlebih Jawa Timur akan menjadi tuan rumah kegiatan PMI tingkat nasional.
“Relawan ke depan harus profesional dan tersertifikasi. Ini menjadi tugas bersama PMI kabupaten/kota dan provinsi agar pelayanan kemanusiaan berjalan optimal dan sesuai standar,” pungkasnya. (*)
Nama : Dr. Ir. Raden Bagus H. Fattah Jasin,M.Si
Lahir : Sumenep
Pendidikan Formal
- S3 : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
- S2 : Institut Pertanian Bogor (IPB)
- S1 : Universitas Jember (Unej)
- SLTA : SMA Negeri 1 Malang
- SLTP : SMP Negeri 3 Malang
- SD : SD St. Yosep
Jenjang Karier
- Kepala Biro Administrasi Perekonomian Pemprov Jawa Timur 2006 -2010.
- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Jawa Timur 2010-2011.
- Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Pemprov Jawa Timur 201 1 -2014.
- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Timur 2014-2016.
- Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov JawaTimur 2016-2018.
- Pj. Bupati Pamekasan 2018.
- Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur 2018-2020.
- Kepala Bakorwil 2020-bln 9 2020
- Wakil Bupati Pamekasan 2018-2023





