Untuk waktu operasional, Pemkot Surabaya menargetkan tahap awal aktivitas dapat dimulai pada Mei 2026. Namun, karena bangunan sudah lama tidak digunakan, revitalisasi dilakukan secara bertahap.
“Tahap awal kami fokus di basement, lantai dasar, dan lantai tiga. Lantai satu dan dua akan menyusul setelahnya,” ujarnya.
Secara keseluruhan, gedung eks Hi-Tech Mal memiliki lima lantai. Basement akan difungsikan sebagai toko modern, food court, serta multifunction hall untuk aktivitas komunitas. Lantai dasar tetap mempertahankan toko-toko IT dan dilengkapi area F&B seperti coffee shop.
Sementara lantai satu dan dua akan menjadi ruang organisasi kepemudaan, studio musik, serta pusat industri kreatif. Di lantai tiga, akan dikembangkan immersive space, yaitu ruang audio visual interaktif yang bisa digunakan untuk pameran kreatif dan pertunjukan seni.
“Selain itu, fasilitas olahraga seperti paddle, billiard, hingga pemanfaatan bekas bioskop sebagai teater pemutaran film karya sineas lokal juga akan dihadirkan,” imbuhnya.
Di bagian belakang kawasan, area konser Surabaya Expo Center (SBEC) saat ini sudah aktif dan menjadi magnet baru masyarakat. Bekas kolam renang pun tengah diproses untuk dialihfungsikan menjadi lapangan mini soccer dan fasilitas olahraga lainnya.
Dengan berbagai konsep tersebut, Pemkot Surabaya optimistis bahwa eks Hi-Tech Mal akan kembali hidup sebagai ruang publik modern, pusat kreativitas, dan destinasi baru keluarga di jantung Kota Surabaya. (*)





