Pemkot Surabaya Gandeng 32 Perguruan Tinggi Perluas Beasiswa Mahasiswa

Pemkot Surabaya Gandeng 32 Perguruan Tinggi Perluas Beasiswa Mahasiswa
Pemkot Surabaya menjalin kerja sama strategis bersama 8 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 24 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Lobby Balai Kota pada Kamis, (5/2/2026).

“Jangan fokus pada angka. Fokusnya adalah bagaimana anak-anak ini bisa terus kuliah. Soal kekurangannya, kita carikan solusi bersama, lewat kampus, orang tua asuh, atau skema lain,” imbuhnya.

Eri berpesan, para mahasiswa yang menerima bantuan biaya perkuliahan untuk tidak merasa rendah diri karena berasal dari keluarga kurang mampu.

“Justru kalian harus menunjukkan bahwa kalian adalah generasi emas. Belajarlah sungguh-sungguh supaya kelak, salah satu dari kalian bisa berdiri di sini sebagai Wali Kota Surabaya, sebagai pemimpin bangsa,” tandasnya.

Kebijakan Wali Kota Eri tersebut didukung penuh oleh PTN dan PTS. Rektor UNESA, Prof. Nurhasan memberikan apresiasi tinggi terhadap ide ini yang ia sebut sebagai “ide gila yang luar biasa.” Menurutnya, kelemahan bangsa selama ini adalah kurangnya fokus dan sulitnya bekerja sama, namun Kota Surabaya berhasil mendobrak hal tersebut.

“Ini adalah program luar biasa untuk memutus rantai kemiskinan melalui SDM unggul. UNESA siap mendukung penuh, berapapun kuota yang ditugaskan oleh Pak Wali,” tegas Eri.

Senada, Rektor Universitas Wijaya Putra, Budi Endarto yang mewakili PTS, menyoroti perubahan kebijakan melalui Perwali Nomor 4 Tahun 2026. Ia menilai kebijakan ini bersifat redistributive policy dan investasi sosial jangka panjang.

“Dulu bantuan hanya untuk PTN, sekarang mahasiswa di PTS yang ber-KTP Surabaya juga mendapatkan hak yang sama. Ini adalah social investment yang akan kita bawa ke tingkat nasional sebagai pilot project,” kata Budi.

Momen haru sempat pecah saat diperkenalkannya Anisah Wahyu Triska, mahasiswa semester 5 jurusan Administrasi Publik di salah satu PTS. Anisah hampir putus kuliah karena keterbatasan biaya dan harus membantu ibunya berjualan penyetan. Melalui program ini, Anisa dipastikan dapat melanjutkan pendidikannya hingga lulus.

“Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih atas sinergi yang terjalin dengan Pemkot Surabaya dan Wali Kota Eri Cahyadi. Semoga ke depan semakin banyak mahasiswa kurang mampu yang terbantu melalui program ini,” tukasnya. (*)

Editor: Wetly