“Siang hari mungkin terasa biasa, tapi malam hari bisa berubah mendadak. Hujannya juga tidak bisa diperkirakan. Karena itu saya minta warga Surabaya lebih mawas diri,” tambahnya.
Sejalan dengan imbauan BMKG, warga juga diminta untuk terus memantau prakiraan cuaca harian, berhati-hati saat berkendara di jalan, serta menghindari aktivitas di area rawan saat cuaca memburuk.
Wali Kota Eri menegaskan, fenomena cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan saling menjaga.
“Kita berdoa bersama agar Surabaya dijauhkan dari bencana akibat angin kencang dan cuaca ekstrem,” tuturnya.
Selain itu, Wali Kota Eri memastikan Pemkot Surabaya siap memberikan bantuan apabila terjadi kerusakan akibat cuaca. Seperti yang terjadi di kawasan Manyar beberapa waktu lalu, pemkot langsung turun memberikan bantuan darurat.
“Kalau ada rumah atau atap yang roboh, pemerintah akan hadir membantu. Kita pasang terpal dulu, setelah itu kita bantu perbaikan atapnya, seperti yang kemarin kita lakukan di Manyar,” jelasnya.
Meski begitu, Wali Kota Eri menekankan bahwa penanganan dampak cuaca ekstrem tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan peran aktif seluruh masyarakat agar upaya mitigasi dapat berjalan maksimal.
Sebagai langkah darurat, masyarakat juga diimbau segera menghubungi layanan 112 apabila menemui kejadian gawat darurat akibat cuaca ekstrem. (*)





