“Sebanyak 1.500 bibit dari total 10.000 bibit rumput vetiver ditanam di terasering bekas longsoran tersebut. Sedangkan selebihnya ditanam secara menyebar di tebing-tebing sepanjang jalur wisata Tahura Cangar serta sejumlah titik rawan longsor di jalur wisata wilayah Gondang, Pacet dan Trawas.” tegas Rinaldi Rizal, dikonfirmasi Jum at (23/1/2026).
Disebutkan bahwa sisa bibit vetiver akan disebar di sejumlah titik rawan longsor lainnya di sepanjang jalur visata Tahura cangar serta sebagian juga di tanan di wilayah rawan longsor, disejumlah titik rawan longsor dijalan menuju wisata wilayah Kec. Pacet, Gondang dan Trawas. Kab. Mojokerto.
“Penanaman rumput jenis ini digagas oleh bupati dan wakil bupati Mojokerto ini bertujuan untuk meminimalisir potensi terjadinya bencana alam serupa, seperti longsor”jelas Rinaldi.
Menurut Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, penanaman bibit rumput jenis vetiver ini melengkapi upaya sebelumnya yang telah dilakukan dengan penanaman pohon, guna memperkuat daya ikat tanah.
“Tanaman rumput jenis vetiver Ini sebagai penguatan, meskipun pohon sudah ditanam, kami lebih memperkuat vegetasinya lagi,”pungkas Rinaldi Rizal.
Selain Wakil Bupati Mojokerto dan Kalaksa BPBD beserta jajarannya, penanaman rumput jenis yang satu ini juga melibatkan berbagai pihak, mulai DPRKP2, Forum Pengurangan Risiko Bencana, TNI-Polri, LSM, hingga petugas Tahura Raden Soerjo.(*)





