SURABAYA, Wartatransparansi com – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menaruh harapan besar terhadap komposisi kepengurusan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya yang baru. Menurutnya, perpaduan antara pengurus lama dan wajah-wajah baru diyakini mampu melahirkan terobosan untuk meningkatkan pelayanan dan bantuan kemanusiaan.
Arif Fathoni menilai, kepengurusan PMI Surabaya saat ini memiliki modal kuat untuk memperluas jangkauan kegiatan sosial, tidak hanya bagi warga Surabaya, tetapi juga masyarakat Jawa Timur hingga nasional.
“Saya berharap dengan komposisi kepengurusan PMI yang merupakan kombinasi antara pengurus lama dan pengurus baru ini mampu membuat terobosan-terobosan untuk semakin meningkatkan upaya bantuan kemanusiaan, baik bagi warga Surabaya maupun Jawa Timur dan Indonesia,” ujar Arif Fathoni, Kamis (15/1/2026).
Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Toni ini juga menyoroti keterlibatan kalangan profesional dalam struktur kepengurusan PMI Surabaya, khususnya pada posisi wakil ketua. Ia berharap kehadiran profesional dapat mendorong perluasan gerakan donor darah ke berbagai komunitas.
“Saya melihat ada wakil ketua yang diisi dari kalangan profesional. Saya berharap mereka mampu mendorong gerakan donor darah, tidak hanya bagi warga Surabaya, tetapi juga komunitas-komunitas profesional di luar, untuk menyelenggarakan kegiatan donor darah di Kota Surabaya,” tegasnya.
Menurut Arif Fathoni, perluasan donor darah ini penting agar nilai kesukarelaan dan semangat bantuan kemanusiaan benar-benar hadir dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Selain itu, ia juga mendorong pengaktifan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah yang ada di Surabaya. Langkah ini dinilai strategis untuk menyiapkan kader-kader kemanusiaan sejak usia dini.
“Palang Merah Remaja harus diaktifkan di sekolah-sekolah, sehingga sejak dini anak-anak bisa menjadi kader tanggap bencana dan kader kemanusiaan di Kota Surabaya,” jelasnya.
Meski mengakui bahwa kepengurusan PMI Surabaya saat ini diisi oleh banyak wajah baru, Arif Fathoni tetap optimistis kepengurusan tersebut mampu menjalankan tugas dengan baik dan menghadirkan program-program nyata bagi masyarakat.
“Saya tetap optimis kepengurusan ini mampu membentuk gerakan kemanusiaan yang kuat dan berdampak,” pungkasnya. (*)





