MOJOKERTO, WartaTransparansi.com – Musrenbang bukan forum untuk menambah anggaran, melainkan untuk menyepakati program prioritas yang paling dibutuhkan dan berdampak langsung bagi masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memimpin Musrenbang Kelurahan Kranggan, Gedongan, dan Kauman, Kamis (22/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita berdialog langsung dengan warga didampingi Plt. Camat Kranggan, Sutilah, M.Si. Ia menjelaskan Musrenbang kelurahan memiliki peran strategis sebagai pintu awal perencanaan pembangunan daerah dan menjadi tahapan awal penyusunan Rencana Pembangunan Kota Mojokerto Tahun 2027.
Menurut Ning Ita, alokasi anggaran tiap kelurahan telah ditetapkan sejak awal berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, kebutuhan masyarakat, serta data anggaran tahun sebelumnya. Karena perencanaan dan penganggaran disusun satu tahun sebelum pelaksanaan, Musrenbang difokuskan pada penyusunan skala prioritas.
“Alokasi anggaran sudah dihitung sejak awal. Karena itu, Musrenbang bukan untuk menambah anggaran, tetapi menyepakati program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan berdampak langsung,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh usulan dari kelurahan akan diseleksi dan diselaraskan pada Musrenbang Kecamatan, kemudian dibahas di tingkat kota hingga menjadi bagian dari rencana pembangunan daerah.
“Perencanaan pembangunan dilakukan secara berjenjang, mulai dari kelurahan, kecamatan, kota, hingga provinsi dan nasional,” jelas Ning Ita.
Melalui mekanisme tersebut, Pemkot Mojokerto memastikan setiap usulan pembangunan tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendukung target pembangunan daerah dan nasional. Ning Ita berharap seluruh pemangku kepentingan berperan aktif dalam mewujudkan pembangunan yang tepat sasaran dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai informasi, arah kebijakan pembangunan Kota Mojokerto tahun 2027 difokuskan pada peningkatan ketahanan ekonomi serta sosial budaya melalui penguatan daya saing sektor unggulan daerah. (*)





