MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Pemkot Mojokerto telah mengoperasionalkan wahana naik perahu susur Sungai Ngotok di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM). Untuk pembukaan wahana tersebut pengelola membandrol tiket Rp. 10.000 sudah bisa satu kali perjalanan PPsepanjang 5 km dari Kali Ngotok hingga Sungai Brantas dan kembali ke kawasan TBM.
Pantau dilokasi sejak dimulainya operasional pada liburan awal tahun baru 2026, sudah banyak wisata baik dari kota Mojokerto sendiri dan wisata dari daerah tetangga, seperti Gresik, Jombang dan Sidoarjo, mulai banyak yang mencoba naik perahu menyusuri Kali Kotok sampai Kali Brantas dan kembali lagi ke TBM (Taman Bahari Mojopahit).
“Kami sekeluarga sudah mencoba naik perahu bersa keluarga pada liburan ini, dan menikmati kuliner di TBM. Sayang wisata petik jeruk belum waktunya berbuat. Senang sih lokasinya luas dan banyak pilihan kulinernya,” aku Cik. Milla, warga Sidoarjo, Jum at (16/1/2026.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menjelaskan bahwa wisata susur sungai ini menjadi bagian dari pengembangan TBM sebagai kawasan destinasi wisata di Kota Mojokerto. Dan sudah kita ujicobakan pada awal Januari 2026 lalu.
“Taman Bahari Mojopahit ini memiliki salah satu wisata yang disebut dengan susur Sungai Ngotok. Uji coba sudah kami lakukan, karena kita sudah mempersiapkan kelayakan untuk operasional, mulai dari operator yang telah bersertifikat, izin operasional, hingga sarana dan prasarana yang sudah tersedia,” tegas Ning Ita, panggilan Walikota Mojokerto di konfirmasi saat memantau TBM, pada liburan Jum at (16/1/2026).
Dijelaskan ada tiga jenis wahana yang disediakan bagi pengunjung untuk menyusuri aliran Sungai Ngotok, yakni perahu tradisional, speedboat dan jetski. Untuk tarifnya, wisatawan yang ingin menaiki jetski dikenakan biaya sebesar Rp 200.000. Sementara speedboat dipatok dengan tarif Rp. 80.000.
Adapun perahu tradisional dikenakan tarif Rp 20.000, namun selama masa uji coba khusus Januari–Maret 2026 hanya dikenakan Rp 10.000 untuk satu kali perjalanan pulang-pergi sepanjang 5 km dari Kali Ngotok hingga Sungai Brantas dan kembali ke kawasan TBM.
Ning Ita menambahkan bahwa pengembangan wisata susur sungai ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata TBM. Kawasan tersebut sebelumnya juga telah disiapkan dengan wisata petik jeruk yang akan dibuka saat masa panen tiba.
“Nanti kalau jeruknya sudah mulai panen, wisatawan bisa sekaligus menikmati wisata petik jeruk di pinggir Kali Ngotok,” terang Ning Ita.
Ditambahkan dengan hadirnya wisata susur Sungai Ngotok, Pemerintah Kota Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. (*)





