Tingginya mobilitas penumpang selama Nataru terpusat di lima stasiun utama, yakni Stasiun Madiun, Kediri, Jombang, Blitar, dan Tulungagung. Kelima stasiun tersebut secara keseluruhan melayani 258.109 penumpang.
Di Stasiun Kediri, jumlah penumpang yang dilayani selama periode Nataru tercatat mencapai 42.684 orang, dengan rincian 20.630 penumpang berangkat dan 22.054 penumpang datang. Angka ini menempatkan Stasiun Kediri sebagai salah satu simpul transportasi penting di wilayah barat dan selatan Jawa Timur.
Tohari menjelaskan, relasi favorit penumpang dari wilayah Daop 7 Madiun antara lain menuju dan dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, hingga Malang. Hal ini menunjukkan peran strategis Daop 7, termasuk Kediri, dalam menghubungkan berbagai kota besar.
“Ketersediaan tempat duduk kereta api masih relatif mencukupi untuk sejumlah relasi tertentu. Masyarakat kami imbau memanfaatkan aplikasi Access by KAI untuk mengetahui jadwal dan ketersediaan tempat duduk secara real time,” ujarnya.
Menurut Tohari, layanan digital tersebut memudahkan pelanggan melakukan pemesanan secara cepat dan praktis tanpa harus mengantre di stasiun. KAI, kata dia, berkomitmen menjaga kualitas layanan hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru.
“KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan,” pungkasnya.(*)





