KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kota Kediri mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 2,95% sepanjang 2025. Angka tersebut masih berada dalam rentang target nasional sebesar 1,5% hingga 3,5%, berdasarkan data Berita Resmi Statistik yang dirilis Selasa (6/1).
Kepala Bagian Perekonomian Kota Kediri sekaligus Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono, mengatakan inflasi yoy tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Selain itu, lonjakan permintaan juga terjadi pada produk kecantikan.
Capaian inflasi yang tetap terkendali itu, menurut Bambang, tidak lepas dari berbagai langkah strategis yang dilakukan Pemkot Kediri bersama TPID. Salah satunya melalui Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
“Sepanjang tahun 2025 kemarin, Pemkot Kediri telah melaksanakan 54 kali OPM dan 30 kali GPM sebagai bagian dari komitmen untuk menjaga inflasi agar tetap dalam batas aman,” ungkapnya.
Dalam upaya pengendalian inflasi, Bambang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kenaikan harga, seperti penimbunan barang, belanja berlebihan, dan panic buying. Pemerintah daerah juga memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Perum Bulog Kediri, serta Bank Indonesia Kediri.





