Sementara itu, terkait pengendalian banjir, PKS menilai anggaran Rp1,1 triliun yang telah disiapkan perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin agar genangan air tak lagi menjadi persoalan tahunan warga saat musim hujan.
Fraksi PKS juga mengapresiasi tambahan anggaran Rp47 miliar untuk program kepemudaan di tingkat RW. Namun Johari mengingatkan agar pelaksanaannya benar-benar menyentuh kebutuhan generasi muda di tingkat komunitas, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Perhatian Serius pada Sektor Pendidikan dan Kesehatan
Bidang pendidikan menjadi salah satu fokus utama Fraksi PKS. Meski alokasi anggaran pendidikan mencapai 22,26 persen, Johari mencatat bahwa hanya 17,16 persen yang dikelola langsung oleh Dinas Pendidikan, sedangkan sisanya tersebar di dinas lain dan tingkat kecamatan. Ia menegaskan pentingnya pengawasan agar dana tersebut benar-benar digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan di Surabaya.
Di sektor kesehatan, PKS menyoroti kekurangan tenaga medis di sejumlah puskesmas, yang diperkirakan mencapai 50 dokter dan 80 perawat. Fraksi juga mendorong penerapan fleksibilitas anggaran di RSUD dan puskesmas berstatus BLUD, agar memiliki ruang inovasi yang lebih besar dalam meningkatkan layanan publik.
APBD Rp12,7 Triliun: Harapan Baru untuk Kota Pahlawan
Menanggapi pandangan fraksi, Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto menegaskan bahwa seluruh masukan dewan telah melalui pembahasan di tingkat komisi.
“Dari hasil final pembahasan, disepakati total APBD 2026 sebesar Rp12,7 triliun,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Arif Fathoni menyampaikan bahwa pembahasan APBD ini menjadi wujud tanggung jawab DPRD dalam memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat Surabaya.
“Pengesahan APBD 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November menjadi simbol hadiah bagi warga kota ini,” katanya.
Fathoni menambahkan, APBD 2026 diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan program sosial dan pembangunan infrastruktur strategis.
“Proyek seperti pengendalian banjir dan pembangunan Jalan Lingkar Barat diharapkan rampung pada 2027, agar Surabaya siap berperan sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2028,” pungkasnya. (*)





