Jumat, 24 Mei 2024
29 C
Surabaya
More
    Hukrim3 Tersangka Mafia Bola Ditahan, Salah Satunya Vigit Waluyo

    3 Tersangka Mafia Bola Ditahan, Salah Satunya Vigit Waluyo

    JAKARTA (Wartatransparansi.com) – Satgas Antimafia Bola Polri menahan tiga tersangka kasus mafia bola pengaturan skor atau match fixing Liga 1 dan 2 periode 2018. Penahanan dilakukan setelah melakukan pemeriksaan terhadap ketiga tersangka tersebut. Sedangkan salah satu aktor intelektual, HS, hingga kini masih dalam buronan.

    Ketiga tersangka yang ditahan adalah, Vigit Waluyo (VW); asisten manajer club, Dewanto Rahatmoyo Nugroho (DRN); dan LO wasit, Kartiko Mustikaningtyas (KM). Mereka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

    Penahanan dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan selama tiga jam terhadap ketiga tersangka. VW diperiksa dan dicecar delapan pertanyaan, JRN delapan pertanyaan, dan KM enam pertanyaan.

    “Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik memutuskan melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka tersebut dengan alasan untuk lebih memudahkan proses penyidikan,” kata Kepala Tim Penyidikan (Katim Sidik) Satgas Antimafia Bola Kombes Dani Kustoni di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 20 Desember 2023.

    Baca juga :  Biaya Pengurusan PTSL Dipatok Rp 600 Ribu, Adv Agus Setiawan, S.H : Bisa Masuk Kategori Pungli dan Dapat Dipidana

    Selain itu, Dani megatakan penahanan dilakukan karena penyidik mendapatkan informasi adanya potensi pengulangan tindak pidana oleh ketiga tersangka. Potensi itu dinilai perlu pendalaman.

    “Semoga dengan ditahannya ketiga tersangka ini dan terbongkarnya kasus match fixing dapat memberikan efek jerak serta pembelajaran bagi seluruh masyarakat Indonesia agar tidak mendukung atau bahkan terlibat dalam aktivitas tersebut atau hal-hal lain yang dapat mencoreng dunia persepakbolaan Indonesia,” ungkap Wadirtipidsiber Bareskrim Polri itu.

    Sementara itu, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan dalam doorstop di Lobby Bareskrim Polri, Rabu (20/7/2023), mengatakan bahwa satu-satunya tersangka yang masih buron adalah HS. HS diduga sebagai otak dari pengaturan skor sepak bola.

    Baca juga :  Biaya Pengurusan PTSL Dipatok Rp 600 Ribu, Adv Agus Setiawan, S.H : Bisa Masuk Kategori Pungli dan Dapat Dipidana

    “Keberadaan HS diduga diketahui VW,” kata Ramadhan.

    Ramadhan mengatakan, penyidik memutuskan melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka karena melihat adanya potensi kejadian serupa. Ia berharap, terbongkarnya kasus ini menjadi efek jera bagi masyarakat agar tidak terlibat dalam pengaturan skor sepak bola.

    “Satgas Anti Mafia Bola terus berkomitmen untuk mewujudkan sepak bola Indonesia yang maju,” tegasnya.

    Terkait dengan kesehatan VW, Ramadhan mengatakan, VW dinyatakan sehat setelah menjalani pemeriksaan dokter. Sedangkan untuk situs bola yang digunakan untuk mengatur skor, penyidik masih melakukan pendalaman.

    Ramadhan mengatakan, keuntungan yang diperoleh VW dari pengaturan skor adalah keuntungan finansial. Keuntungan tersebut berasal dari pemberian selisih dari keuntungan pengaturan skor tersebut.

    Baca juga :  Biaya Pengurusan PTSL Dipatok Rp 600 Ribu, Adv Agus Setiawan, S.H : Bisa Masuk Kategori Pungli dan Dapat Dipidana

    “Beberapa waktu lalu kami mendapatkan informasi bahwa VW masih terlibat tindak pidana,” kata Ramadhan.

    “Oleh karena itu, penyidik memutuskan untuk melakukan penahanan untuk pendalaman tersebut.” tutup Jenderal Bintang Satu tersebut.

    Tiga tersangka yang ditahan ini dijerat Pasal 2 Undang-undang 11 tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Dengan ancaman pidana 5 tahun penjara dan denda sebanyak-banyaknya Rp15 juta.

    Kemudian, empat tersangka lainnya adalah dari pihak wasit yakni Khairuddin, Reza Pahlevi, Agung Setiawan, dan Ratawi. Keempat tersangka dijerat Pasal 2 Undang-Undang Nomor 11 tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

    Dengan ancaman pidana paling lama 3 tahun penjara dan denda sebanyak-banyaknya Rp15 juta. Keempat tersangka ini tidak ditahan karena ancaman hukuman di bawah lima tahun penjara. (*)

    Reporter : Wetly

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan