Jumat, 21 Juni 2024
27 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanMahfud MD: Tantangan Seberat Apapun Harus Kembali ke Pancasila

    Mahfud MD: Tantangan Seberat Apapun Harus Kembali ke Pancasila

    SURABAYA (Wartatranspransi.com) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan tantangan Pancasila dulu dan sekarang sama beratnya, hanya beda jenisnya.

    Secara geo politik saat itu luar biasa. Dulu, ketika Pancasila baru dibuat tantangannya perang dunia. Waktu itu Indonesia kecil, bukan sebuah negara, tetapi negeri jajahan. Tetapi bisa Merdeka ditengah gemuruhnya perang dunia kedua.

    Tetapi tantangan saat ini adalah bagaimana melihat sebuah geo politik dan perubahan alam. Ditahun 2023 ini bisa nggak kita bersatu seperti di tahun 1945.

    “Perang Ukraina dengan Rusia, itu jauh dari kita. Tetapi secara ekonomi akan sangat berpengaruh,” kata Mahfud MD kepada wartawan usai acara Dialog Kebangsaan dengan tema “Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa”   di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (14/1/2023).

    Baca juga :  Tahun 2024 Semua Layanan Publik Jatim Diharap Naik Status Menjadi A

    Mahfud MD lalu mencontoh, untuk mie atau kue kue, gandumnya di import dari Ukraina, prosentasenya mencapai 80 persen. Jadi kalau Ukraina dan Rusia terus berperang, kita akan import dari mana, ujarnya dengan nada tanya.

    Ia mengatakan pada tahun 2023 ini akan terjadi badai sempurna atau bencana ekonomi yang luar biasa, resesi ekonomi. Akibatnya, inflasi dan deflasi terjadi di hampir semua negara di dunia.

    “Bila Bangsa Indonesia tidak setangguh dan reformasi seperti masa perjuangan di tahun 1945, maka kita bisa ikut terkena imbasnya dari bencana ekonomi. Dalam situasi ini Indonesia harus kembali ke Pancasila sebagai pemersatu bangsa,” tegassnya.

    Oleh sebab itu, jangan sampai warga bangsa saling mencari selamat sendiri-sendiri berdasar ikatan primordial masing-masing dan ingin saling mendominasi. Kita harus bersatu untuk memperkuat ketahanan kita.

    Baca juga :  Ketum Depinas SOKSI Ali Wongso Dukung Calon Golkar di Pilkada Jatim

    Jadi tantangan masa lalu, tahun 1945 dan tantangan saat ini sama beratnya Cuma beda jenis. Selain itu secara ideologi, bangsa Indonesia juga menghadapi gangguan gangguan yaitu ideologis trans nasional.

    Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh pak Kiai dari daerah, kampung. Beliau cara menjelaskanya sangat bagus. Bahwa Pancasila itu ibarat masjid bagi umat Islam. Kalau didalam masjid orang harus mengikuti aturan masjid, kalau tidak mengikuti aturan masjid ya harus dikeluarkan.

    Kalau dirumah Pancasila ya harus mengikuti aturan. Kalau melanggar Pancasila ya harus dikeluarkan dari rumah Pancasila, harus ditindak. Jadi kita jangan mentolelir gerakan gerakan anti ediologi Pancasila.

    Menjawab pertanyaan wartawan soal Gubernur Papua, Mahfud MD tegas mengatakan bahwa Papua aman aman saja, sangat kondusif. Dulu kan kita ditakut takuti saja. Kalau ditangkap, seluruh rakyat Papua akan turun, ya hari pertama 3000 orang, hari keempat 1000 orang, lalu terus turun sampai 60 orang.

    Baca juga :  Golkar Jatim Yakin Kyai Marzuqi Tidak Nyalon Gubernur

    “Lho Pak Mahfud kok tau, lalu dijawabnya sendiri. Ya itu kan dari pesenan cateringnya. Kan ada catatan laporannya. Ujar Mahfud MD yang asli Madura itu.

    Turut hadir Sri Siltan Hamengkubuono X (sebagai narasumber) dan Istri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Farid Makruf, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, ketua Gerakan Peradaban Indonesia H Ahmad Zaini, Rektor Unitomo sekaligus Ketua Pelaksana Siti Marwiyah, jajaran Deputi Menkopolhukam RI , pimpinan Pondok Pesantren di Jatim, serta beberapa Kepala OPD Pemprov Jatim. (sr/min)

    Reporter : Samuel Ruung

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2023 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan