Rabu, 30 November 2022
27.2 C
Surabaya
More
    Politik PemerintahanKomisi A Soroti Wisata Religi Sunan Ampel Sarat Jambret dan Copet

    Komisi A Soroti Wisata Religi Sunan Ampel Sarat Jambret dan Copet

    SURABAYA (Warta Transparansi.com) – Komisi A DPRD Kota Surabaya melakukan rapat koordinasi dengan Satpol PP, TNI dan Polri, terkait kondisi keamanan Wisata Religi Makam Sunan Ampel yang semakin tidak kondusif.

    Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Camelia Habibah mengaku, kriminalitas dengan aksi jambret dan copet sudah sering terjadi di kawasan Ampel Surabaya.

    “Berdasarkan laporan tokoh masyarakat, tokoh agama, RT/RW, Kejadian jambret dan copet bisa 4 sampai 5 kali dalam sehari. Ini yang ketahuan di Jl. Nyamplungan dan Jl. Pegirikan,” ujarnya pada Kamis (29/09/2022).

    Srikandi dari PKB ini menambahkan, kondisi ini bisa menciptakan citra yang kurang baik bagi kota Pahlawan.

    “Mereka yang menjadi korban itu warga luar Surabaya yang berziarah ke makam Sunan Ampel. Mereka bisa saja beranggapan Surabaya banyak copet dan jambret,” katanya.

    Baca juga :  Survei ARCI PARPOL Jatim Golkar Peringkat Empat

    Habibah menegaskan, Kepolisian harus bersinergi dengan jajaran samping yaitu Satpol PP, TNI.

    “Ternyata ditempat Wisata Makam Sunan Ampel itu tidak ada petugas keamanan dari Satpol PP yang ngepos. Melainkan mobile saja. Padahal disana itu tempat objek vital tempat wisata, yang seharusnya diperlakukan yang sama dengan objek wisata lainnya seperti Taman Bungkul,” ungkapnya.

    Camelia Habibah juga menyarankan, supaya dibangun fasilitas pos keamanan untuk berjaga pengunjung yang sedang melakukan ibadah. Janganlah pilih kasih.

    “Selain itu perlu juga sarana prasarana seperti CCTV. Sepertinya kawasan wisata Makam Sunan Ampel ini di anak tirikan Pemkot Surabaya,” pungkasnya.

    Kapolsek Semampir Kompol Nur Suhud juga menyarankan supaya Pemkot Surabaya mendirikan pos pengamanan terpadu yang terdiri dari polisi, TNI, Satpol PP untuk menjaga keamanan wilayah Ampel.

    Baca juga :  Adhy Karyono, Produk Perikanan Jatim Sumbang 30 Persen Nasional

    Nur Suhud mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, kejadian kriminalitas kerap dialami para peziarah dari luar Surabaya. Mereka enggan melaporkan pada yang berwajib

    “Karenanya mereka enggan melaporkannya kepada polisi. Sehingga kami sulit menindaklanjuti ke proses penyidikan,katanya.

    Nur Suhud mengaku, pihaknya telah menerjunkan aparat reserse untuk melakukan pengamanan. “Kita pernah mengamankan 2 pelaku jambret dan 2 pelaku copet,” katanya.

    Nur Suhud juga menyarankan supaya Pemkot Surabaya menyediakan pemandu wisata, yang bisa mengawasi pengunjung untuk beribadah secara kidmat.(*)

    Reporter : Sumardji

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan