Rabu, 28 September 2022
29 C
Surabaya
More
    HeadlineLaunching Visi Misi KIB Undang Perguruan Tinggi 

    Launching Visi Misi KIB Undang Perguruan Tinggi 

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur diundang dalam Launching Visi Misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang dihuni Partai Golkar, PAN dan PPP, Minggu (14/8/2022).

    Ahmad Rizki Sadiq, Ketua DPW PAN Jawa Timur mengatakan, PTN/PTS itu diantaranya Unair, UINSA, Unesa, Unej, Unijoyo, UB, UNMUH, UBAYA. Ketua Pengurus wilayah Muhammadiyah (PWM) KH  Saat Ibrahim dan Ketua PWNU KH  Marzuki Mustamar juga kami undang. Semoga beliau bisa rawuh, ungkap Rizki Sadiq ditengah tengah jumpa pers di Shangri-La Hotel Surabaya, Jumat (12/8/2022).

    Tiga Ketua umum Partai koalisi Airlangga Hartarto (Golkar), Zulkifli Hasan (PAN) dan Soeharso Monoarfa, begitu masuk gerbang lokasi Hotel akan disambut hadrah dan Reog. Para ketum akan hadir tepat waktu.

    “Hari ini kami belum bicara siapa calon presiden dan wakilnya presiden 2024 dari partai KIB. KIB lebih mengedepankan membangun Indonesia kedepan. Kami memerlukan masukan masukan dari akademisi dan tokoh masyarakat sehingga kehadiran PTN/PTS sangat kami harapkan agar visi misi KIB lebih komperehensip,” tandas anggota DPR RI.

    Jadi, saat silaturhmai itulah, dibahas rumusan visi dan misi KIB ke depan, sekaligus menjadi rekomendasi calon presiden (capres) yang akan diusung KIB. Ini bentuk pendidikan politik kepada masyarakat.

    Jawa Timur untuk kali pertama digelarnya penyampaian visi misi KIB. Alasannya, Jawa Timur dengan 31 juta pemilih, dikenal lebih kaya dengan pemikiran, dan heterogen terhadap perwakilan elemen masyarakat.

    “Kita KIB, harapannya semua KIB di Indonesia juga melakukan hal yang sama untuk meresonansikan untuk melakukan kajian-kajian di wilayahnya masing-masing, untuk memberi masukan apakah perlu diperbaiki atau dimaksimalkan,” jelas Rizki.

    Kedua, ketiga ketua umumnya saat ini berada pada sektor yang dekat dengan masyarakat. Ketum PPP Suarso sebagai Ketua Badan Pembangunan Nasional, Ketum Golkar Airlangga sebagai Menko Perekonomian yang tahu tentang persoalan ekonomi. Kemudian Ketum PAN Zulkifli Hasan sebagai Menteri baru juga memahami tentang masalah perdagangan.

    “Dengan begitu ada tambahan informasi lain yang kurang sempurna dan itu akan terus berjalan di seluruh wilayah Indonesia,” terangnya. (sr/min)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan