Jumat, 12 Agustus 2022
26.4 C
Surabaya
More
    OpiniKurikulum Merdeka dan Kewajiban Mata Pelajaran Pancasila

    Kurikulum Merdeka dan Kewajiban Mata Pelajaran Pancasila

    Oleh : Nuriya Maslahah S.Hum, M.Pd.

    Pelaksanaan atau implementasi kurikulum merdeka berseiringan dengan pelaksanaan kewajiban mata pelajaran Pancasila atau dikenal dengan istilah P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), setelah hampir 25 tahun atau seperempat abad, sudah “tidak mengenalkan” kepada pelajaran. Sementara kreatifitas dan inovasi guru dalam mengajarkan mata pelajaran sesuai dengan tusi dan kewenangan akan berusaha semaksimal mungkin melaksanakan kurikulum merdeka.

    Inilah sebuah perubahan besar pada kegiatan pembelajaran peserta didik mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) dan/atau Madrasah Aliyah Negeri (MAN), membutuhkan proses pelaksanaan semaksimal mungkin dengan segera melakukan monitoring dan evalusi (Monev) supaya hasil dari proses belajar mengajar, terukur dan siap dilakukan perubahan-perubahan jika diperlukan atau dipertajam jika sudah memenuhi harapan.

    Sebagaimana diketahui dalam rangka melaksanakan ketentuan dalam Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, perlu penetapan satuan pendidikan pelaksana implementasi Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri.

    Implementasi Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri pada tahun ajaran 2022/2023 dimulai dari usia 5 (lima) sampai dengan 6 (enam) tahun pada pendidikan anak usia dini, serta peserta didik kelas I, kelas IV, kelas VII, dan kelas X pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

    Satuan pendidikan pelaksana implementasi Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri tahun ajaran 2022/2023 terdiri dari 3 (tiga) kategori pelaksanaan implementasi:

    Yaitu, pertama mandiri belajar; kedua mandiri berubah, dan ketiga
    mandiri berbagi.
    Satuan Pendidikan dapat melakukan perubahan pilihan kategori pelaksaaan implementasi Kurikulum Merdeka paling lambat tanggal 31 Mei 2022 melalui laman pendaftaran.

    Kurikulum pendidikan dasar dan menengah menurut Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 4 tahun 2022 wajib memuat; (1).
    pendidikan agama; (2). pendidikan Pancasila; (3) pendidikan kewarganegaraan; (4). bahasa; (5)
    matematika; (6)
    ilmu pengetahuan alam; (7).
    ilmu pengetahuan sosial; (8)
    seni dan budaya; (9)
    pendidikan jasmani dan olahraga; (10).
    keterampilan/ kejuruan; dan
    muatan lokal.

    Baca juga :  MERAJUT AKAR KEBANGSAAN

    Sedangkan muatan bahasa meliputi:
    bahasa Indonesia;
    bahasa daerah; dan
    bahasa asing. Menggabungkan bentuk pembelajaran pada bahasa asing (bahasa Arab) sangat membantu dalam memberi semangat dan penyegaran.

    Apalagi, muatan kurikulum berupa pendidikan agama, pendidikan Pancasila, pendidikan kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia dituangkan dalam bentuk mata pelajaran wajib:

    Sedangkan pendidikan agama;
    pendidikan Pancasila; dan
    bahasa Indonesia.
    Muatan kurikulum berupa matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, seni dan budaya, pendidikan jasmani dan olahraga, keterampilan/kejuruan dan muatan lokal serta bahasa daerah dan bahasa asing dituangkan secara terpisah atau terintegrasi dalam bentuk; mata pelajaran;
    modul;
    blok; dan/atau
    tematik.

    Sementara, Kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat mata kuliah; agama;
    Pancasila;
    kewarganegaraan; dan
    bahasa Indonesia.
    Kurikulum pendidikan tinggi dilaksanakan melalui kegiatan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Mata kuliah dilaksanakan untuk program sarjana dan program diploma.

    Yang pasti, Kurikulum Merdeka sebagai opsi pemulihan pembelajaran. Sehingga kalau ada implementasi mata pelajaran Pancasila dengan mata pelajaran lain, maka akan menuai hasil ganda. Satu kali melangkah dua-tiga tujuan tercapai.

    Nilai-Nilai Pancasila

    Sebagaimana pertimbangan PP No 4 Tahun 2022; bahwa dalam rangka pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu menegaskan Pancasila sebagai muatan wajib dalam kurikulum setiap jenjang pendidikan;

    bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan perlu disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pendidikan tinggi;

    bahwa pengaturan mengenai badan standardisasi, penjaminan, dan pengendalian mutu pendidikan perlu diselaraskan dengan mekanisme akreditasi yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Bersadarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 tahun 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan, beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 87, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6676) diubah.

    Baca juga :  MERAJUT AKAR KEBANGSAAN

    Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 tahun 2022 Tentang Perubahan PP Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan ini. Standar Nasional Pendidikan berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Dinyatakan pula dalam Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 4 tahun 2022 bahwa Standar kompetensi lulusan pada pendidikan anak usia dini merupakan standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini.

    Standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini difokuskan pada aspek perkembangan anak yang mencakup:
    nilai agama dan moral; nilai Pancasila;
    fisik motorik;
    kognitif; bahasa; dan
    sosial emosional.

    Selanjutnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 tahun 2022 Tentang Perubahan PP Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa Standar kompetensi lulusan pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan dasar difokuskan pada:

    persiapan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia; penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila; dan
    penumbuhan kompetensi literasi dan numerasi peserta didik untuk mengikuti pendidikan lebih lanjut.

    Standar kompetensi lulusan pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan menengah umum difokuskan pada:
    persiapan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak muiia; penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila;

    Selain itu, dengan
    pengetahuan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik agar dapat hidup mandiri dan mengikuti Pendidikan lebih lanjut.

    Standar kompetensi lulusan pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan menengah kejuruan difokuskan pada:
    persiapan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia;
    penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

    Tidak kalah penting,
    keterampilan untuk meningkatkan kompetensi Peserta Didik agar dapat hidup mandiri dan mengikuti Pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

    Baca juga :  MERAJUT AKAR KEBANGSAAN

    Standar kompetensi lulusan pada Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan tinggi difokuskan:
    persiapan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tlrhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia;

    penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-niiai Pancasila; dan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan sikap untuk menemukan, mengembangkan, serta menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

    Mengingat, Standar Nasional Pendidikan pada Jenjang Pendidikan tinggi dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan tinggi.

    Terkait Kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 tahun 2022 Tentang Perubahan PP Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan, menyatakan bahwa Kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah ditetapkan oleh Menteri. Khusus untuk muatan pembelajaran Pancasila, penetapan oleh Menteri dilaksanakan setelah berkoordinasi dengan badan yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pembinaan ideology Pancasila. Kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum dievaluasi relevansi dan dampaknya terhadap praktik dan hasil pembelajaran oleh kementerian.

    Sedangkan hasil evaluasi digunakan sebagai dasar melakukan pengembangan kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum.

    Dalam hal ini kurikulum disusun sesuai dengan Jenjang Pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan: a) peningkatan iman dan takwa; b) nilai Pancasila; c) peningkatan akhlak mulia; d) peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat Peserta Didik; e) keragaman potensi daerah dan lingkungan; f) tuntutan pembangunan daerah dan nasional; g) tuntutan dunia kerja; h) perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; i) agama; j) dinamika perkembangan global; dan k) persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.

    Inilah pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan mata pelajaran Pancasila dengan mengedepankan nilai-nilai keluhuran bangsa Indonesia terutama tradisi-tradisi kesantunan dalam beragama dan bersosial. Semua itu mengejawantahkan dari perintah kepada Nabi Muhammad SAW, “Sesunggunya aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak menjadi mulia “.

    Oleh karena itu, pencapaian tertinggi dari pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan mata pelajaran Pancasila, dalam kreativitas dan inovasi pembelajaran dengan harapan melahirkan peserta didik berakhlaqul karimah (budi pekerti tinggi) untuk menjaga dan merawat dasar negara Pancasila yang memang digali dari nilai-nilai luhur tradisi kesantunan bangsa Indonesia. (*)

    *) Guru Madrasah Aliyah Negeri Sidoarjo

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan