Jumat, 12 Agustus 2022
27.4 C
Surabaya
More
    Jawa TimurGresikAhmad Naufal, Zaky Humaidi dan Badrut Tamam Terbaik Pelatihan Air dan Sanitasi...

    Ahmad Naufal, Zaky Humaidi dan Badrut Tamam Terbaik Pelatihan Air dan Sanitasi PMI Jatim 2022

    GRESIK (WartaTransparansi.com) – Peserta asal kabupaten Malang Ahmad Naufal Yuanda Pratama, memperoleh nilai tertinggi 88,91. Atas prestasi itu Naufal menjadi yang terbaik dalam pelatihan air dan sanitasi Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Pusdiklat PMI di Gresik, Minggu (24/7/2022).

    Peringkat kedua ditempati Zaky Humaidi, asal kabupaten Ponorogo dengan nilai 88,71 dan Badrut Tamam, peserta asal PMI kab Pamekasan, dengan nilai 88,51.

    Ketiganya menerima piagam penghargaan yang diserahkan wakil sekretaris PMI Provinsi Jawa Timur (Ka Markas) Drs. Suyanto,Msi mewakili ketua PMI H. Imam Utomo S. Dalam pelatihan wash diikuti 24 peserta berlangsung selama tuju hari, dinyatakan lulus 100 persen.

    Drs. Dwi Suyanto, Msi mengatakan pelatihan air dan sanitasi kali pertama dilaksanakan dan menjadi yang pertama ditingkat provinsi se Indonesia. “Ini pelatihan mahal,” ungkapnya ketika menutup pelatihan.

    Ahmad Naufal, Zaky Humaidi dan Badrut Tamam Terbaik Pelatihan Air dan Sanitasi PMI Jatim 2022

    Menurutnya, pelatihan ini upaya merespon cepat bencana APG (Awan Panas Gunung) Semeru Lumajang dimana setelah terjadi evakuasi, maka akan terjadi penumpukkan pengungsi. Disitulah biasanya yang paling dibutuhkan air dan MCK.

    Pelatihan ini lebih mengutamakan kerja praktek di lapangan dan kerjasama hampir 70 persen.

    Sesuai tupoksinya,  Relawan PMI sesungguhnya  sudah membekali dengan keahlian keahlian khusus. Namun perlu untuk menambah keahlian lagi. Sebagai wujud dari pelatihan ini, peserta membuat  saluran air dan sanitasi yang disesuaikan dengan lingkungan setempat. “Alhamdulllah semua berjalan baik,” tandasnya.

    Tugas PMI adalah penyediaan darah, tunggap darurat bencana dan membantu pertolongan di medan konflik. Dalam situasi Covid-19, Ketua umumPMI Pusat Pak JK (Muhammad Jusuf Kalla) memerintahkan bahwa PMI harus membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19.

    Pihaknya menegaskan bahwa setiap pelatihan, panitia telah membuat peraturan dan tata tertip.  Aturan ini untuk ditaati oleh calon peserta sehingga pelatihan itu ada standarisasinya.

    Kalau hasil tesnya ternyata tidak memenuhi sarat, ya tidak bisa ikut. Dan bisa mengikuti periode berikutnya sebab PMI Provinsi setiap tahun selalu mengadakan pelatihan pelatihan dalam rangka peningkatan profesionalitas relawan. Itu Sebabnya pelatihan wash ini sangat mahal.

    Dalam kesempatan tersebut, Dwi Suyanto menyampaikan terimakasih kepada semua peserta yang dengan semangat tinggi mengikuti materi yang diberikan oleh instruktur.

    “Sampaikan hasil pelatihan ini kepada ketua PMI masing masing. Dan jangan lupa tugas berikutnya adalah mengembangkan ilmu ini di daerah. Kepada para instruktur terutama pak Yasin terimakasih atas partisipsinya. Apalagi ke Gresik dengan membawa semua peralatannya. Ini sungguh luar biasa,” ucap Dwi Suyanto. (*)

    Reporter : Samuel Ruung

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan