Sabtu, 13 Agustus 2022
24 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaKetua DPD RI Minta Pemerintah Segera Tangani Banjir Rob di Pesisir Utara...

    Ketua DPD RI Minta Pemerintah Segera Tangani Banjir Rob di Pesisir Utara Jawa

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Fenomena banjir rob yang menerjang pesisir wilayah utara Pulau Jawa memantik perhatian Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Ia meminta pemerintah segera bertindak agar banjir tak meluas merendam pemukiman warga.

    Banjir rob menerjang sekitar pesisir Pantai Tegal, Wonokerto-Pekalongan, Pantai Sari-Pekalongan, Pantai Batang, Pantai Tawang Kendal, Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang.

    Banjir juga melanda Jalan Raya Genuk Semarang-Demak, Pantai Karang Tengah di Demak, Pantai Rembang dan pesisir Jawa Timur.

    “Perlu diambil langkah cepat agar banjir tak meluas merendam pemukiman warga. Ini kan sebetulnya fenomena tahunan. Harus segera dicarikan solusinya,” kata LaNyalla disela kunjungan kerja di Jawa Timur, Rabu (25/5/2022).

    Baca juga :  KPU Surabaya dan PWI Jatim Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Demokrasi

    Dijelaskan, fenomena Perigee (bulan berada dekat dengan bumi) ditambah curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir yang menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir.

    “Tentunya harus dipikirkan bagaimana langkah antisipasi jika fenomena ini terjadi kembali, apalagi hingga menyebabkan tanggul laut di Kawasan Industri Lamicitra, sekitar Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, jebol,” ujar LaNyalla.

    Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, teknologi yang digunakan BMKG yang bisa membagikan informasi yang akurat bisa dimaksimalkan. Sehingga, langkah cepat dan tepat dapat diambil untuk menyelamatkan masyarakat yang diprediksi terdampak.

    “Saya mengingatkan agar masyarakat pesisir waspada karena diperkirakan fenomena banjir rob masih bisa terjadi kembali,” imbau LaNyalla.

    Baca juga :  Irvan: Kader Surabaya Hebat Bisa Mengusulkan Dandan Omah bagi MBR

    Banjir rob yang menggenangi pemukiman warga dipengaruhi fenomena Perigee. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Perigee adalah kondisi jarak terdekat bulan dengan bumi.

    Bulan bisa berada mendekati atau menjauhi bumi karena orbitnya tidak lingkaran sempurna melainkan elips. Selama rute bulan berada dekat bumi disebut Perigee, sedangkan rute menjauhi disebut Apogee.

    Istilah Perigee sering keliru dengan Supermoon. Dilansir Britannica, Supermoon merupakan sebutan ketika penampakan Bulan Purnama semasa Perigee.(num)

    Reporter : Nuriyah Maslahah

    Penulis :

    Editor:

    Redaktur :

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan