Jumat, 1 Juli 2022
24 C
Surabaya
More
    WawancaraLestarikan Reog Juga Perlu Dana

    Lestarikan Reog Juga Perlu Dana

    SENIMAN, penggemar , pemerhati dan pemangku kepentingan lainnya sontak kebakaran jenggot ketika negara tetangga Malaysia mengklaim akan mendaftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO sebagai warisan budayanya dengan nama “barongan”. Tak terkecuali Ketua DPRD Kabupaten Magetan H. Sujatno, SE, MM. Ia mengaku sangat perihatin dengan kondisi tersebut. Wartawan WartaTransparansi.com/KoranTransparansi berhasil mewawancarai Ketua DPRD Sujatno guna menggali motive gelaran reog di Magetan beberpa waktu lalu, berikut petikan wawancaranya:

    WT. Assalamu’alaikum, tetap puasa pak Ketua?

    Ketua DPRD : Alhamdulllah, puasa ramadhan belum lowong, semoga ibadah kita lancar.

    WT :  Ketua baru saja menggelar Reog Ponorogo. Sebenarnya hal apa yang mendasari kegiatan tersebut ?

    Ketua DPRD  :  Pertama kali yang jelas  kita dukung penampilan reog Ponorogo oleh seniman Magetan ini. Apalagi sudah ada upaya reog di klaim oleh negara  Malaysia beberapa waktu lalu. Untuk itu kami mengajak segenap elemen  masyarakat untuk menjaga dan melestarikan kesenian reog diantaranya dengan sering membuat even dengan menampilkanya diruang publik.

    WT : Jadi konkretnya maksud dan tujuannya pak dalam pagelaran itu?

    Ketua DPRD : Kita bersama harus ikut  menjaga dan melestarikan kesenian reog ini agar tidak punah. Karena kalau kita tidak peduli untuk melestarikan maka negara lain akan mudah mencaplok sebagai hak miliknya. Dan kenyataan hal ini sudah terjadi dengan kesenian reog yang di klaim Malaysia. Maka kepedulian kita sebagai anak bangsa ya harus mempertahankan seni ini juga melestarikan, salah satu caranya dengan menampilkan kesenian reog pada masyarakat.

    Reporter : Rudi Ardy
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan