Senin, 28 November 2022
25 C
Surabaya
More
    WawancaraJaga Pelayanan Prima, Provinsi Jatim Setuju Perubahan Tahapan ASO Tiap Bulan

    Jaga Pelayanan Prima, Provinsi Jatim Setuju Perubahan Tahapan ASO Tiap Bulan

    Perubahan pelaksanaan Analog Switch-Off (ASO) jika semula tiga tahap dengan jadwal sudah ditentukan pada tahap pertama secara nasional di 166 kabupaten/kota pada 30 April 2022, kemudian kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informatika mengubah hanya 21 kabupaten/kota, dan melakukan tahapan setiap bulan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur (Kadis Kominfo Jatim), Dr Hudiyono, M.Si, menilai sangat tepat. berikut wawancara Koran Transparansi

    WT: Bagaimana dengan kebijakan pelaksanaan migrasi TV Analog ke TV Digital tahap pertama berubah?

    Hudiyono : Alhamdulillah, saya bersyukur pada saat jadwal tanggal 30 April 2022 yang semula di Jatim 9 kabupaten dan secara nasional 166 kabupaten/kota berubah. Hanya Kabupaten Situbondo, lainnya masih menunggu dengan program ASO setiap bulan sampai batas akhir sesuai amanat UU Cipta Kerja pada tanggal 2 November 2022.

    WT : Alasannya?

    Tentu saja setelah mempertimbangkan banyak hal terutama distribusi STB (Set Top Box) gratis kepada rumah tangga miskin yang belum maksimal.

    WT: Berarti Diskominfo Jatim sangat setuju perubahan itu?

    Sangat setuju. Bahkan sebelum mendapat kepastian perubahan jadwal program migrasi ke TV Digital dengan jumlah cukup besar, Diskominfo Jatim sudah menyiapkan surat untuk dikirim ke Kementerian  Kominfo untuk menunda sebagian wilayah yang sudah dijadwalkan. Tetapi setelah menerima pemberitahuan ada perubahan kebijakan, tentu saja rencana kirim surat tidak jadi. Berarti apa yang diharapkan Provinsi Jatim sudah sesuai.

    WT: Apa pertimbangan penundaan atau perubahan migrasi pada tahap awal?

    Diskominfo adalah kepanjangan tangan dari Gubernur Jawa Timur, Bu Gubernur sudah berpesan agar setiap program pelaksanaan, mendahulukan kepentingan masyarakat, dengan berusaha semaksimal mungkin tidak sampai mengecewakan warga. Karena masih ada masalah STB supaya tidak membuat permasalahan baru lebih baik ditunda. Intinya kami ingin melayani masyarakat sebaik mungkin. Atau dengan kata lain pelayanan publik harus prima.

    WT: Jadi pertimbangan utama untuk melayani publik sebaik mungkin?

    Betul! Pelayanan publik prima sudah menjadi keniscayaan. Apalagi beberapa
    tahun terakhir, perkembangan teknologi dan informasi bergerak sangat cepat. Lebih dari itu, saat ini setiap orang bisa terkoneksi antara satu dengan yang lain secara real time.
    Bahkan tidak hanya di indonesia, di seluruh dunia. Terbukti pada Masa Pandemi Covid-19 hampir dua tahun ini, juga menyadarkan kita, betapa kebutuhan terhadap teknologi informasi sangat luar biasa. Hampir semua sisi kehidupan kita terdampak dan membutuhkan bantuan teknologi. Mulai dari pendidikan, layanan pemerintahan, bisnis, pengembangan UMKM, maupun sekadar hiburan.

    WT: Jadi sangat setuju perubahan tahapan ASO tiap bulan untuk menjaga harkat dan martabat Pemerintah?

    Menjaga harkat dan martabat Pemerintah sudah menjadi kewajiban kita sebagai ASN. Kalau negara melalui pemerintah hadir melalui Kementerian Kominfo di Pusat, dan di Jatim Diskominfo Jatim melaksanakan kebijakan Bu Gubernur, maka tahapan ASO di Jatim harus berhasil dan sukses dengan memberikan pelayanan prima. Sesuai dengan tugas dan kewenangan Diskominfo melakukan komunikasi dan memberikan informasi yang benar, cepat, tepat dan bermanfaat.

    WT: Bagaimana sikap Provinsi Jatim?

    Provinsi Jawa Timur sesuai arahan Bu Gubernur tentu saja bukan sekedar mendukung program Pemerintah Pusat. Tetapi menyukseskan program ASO sebagai perwujudan  migrasi TV Analog ke TV Digital di Jatim sangat sukses. Tentu saja dengan memberikan pelayanan secara prima. Berusaha semaksimal mungkin memuaskan masyarakat.

    WT Harapannya?

    Tentu saja berharap migrasi siaran TV Digital ini tidak hanya sekadar perpindahan saluran atau infrastruktur penyiaran, tapi juga berseiring dengan perbaikan total kualitas isi siaran yang tidak hanya menyajikan hiburan, tapi juga menghadirkan siaran yang bermanfaat, edukatif, informatif dan inspiratif.

    WT: Selain itu?

    Tentunya bisa membuka lapangan pekerjaan baru untuk insan kreatif seperti pembuatan konten siaran, teknik editing, broadcasting dan lain-lain. Intinya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam program ASO, berusaha semaksimal mungkin dengan pelayanan prima. Dengan harapan masyarakat mendapat manfaat sebesar-besarnya pelayanan informasi dan membangun komunikasi yang positif. (jt)

    #ASO
    #analogswitchoff
    #TVdigital
    #siarandigitalindonesia
    #ASO2022

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan