Jumat, 12 Agustus 2022
25.7 C
Surabaya
More
    WawancaraMustahil Persekabpas Naik Kelas (1)

    Mustahil Persekabpas Naik Kelas (1)

    Persekabpas pernah mengalami masa keemasan. Sayangnya sepakbola kebanggaan masyarakat kabupaten dan kota Pasuruan kini semakin tenggelam di kancah sepakbola nasional.  Keberadaan Persekabpas Pasuruan, sebagai salah satu ikon Kabupaten Pasuruan, kian hari semakin tak menentu. Hal ini membuat mantan manager Persesepakkabpas 3 yakni H. Suryono Pane mengelus dada. Seperti dalam wawancara exclusif WartaTransparansi.com & Koran Transparansi dengan Haji Pane sapaan akrabnya, Senin (18/4/2022) dikantor Suryono Pane Law Firm & Rekan. Berikut petikan wawancaranya:

    Bagaimana pendapat saudara dengan kondisi Persekabpas saat ini, apakah ada harapan Persekabpas naik tahta dari Liga 3 ke Liga 2 tahun ini ?

    Haji Pane : Sebagai bagian dari pecinta bola, saya sangat kecewa dengan kondisi Persekabpas saat ini. Baik pada Askab PSSI Kab. Pasuruan, Pemkab Pasuruan dan seluruh pemilik klub dibawah naungan Askab PSSI Kab.Pasuruan.

    Jika ingin kembali menorehkan prestasi seperti dekade awal tahun 2000 dulu. Semua stake holder harus bekerja sama. Baik itu Askabnya, Pemkabnya dan pemilik klub. Tidak seperti saat ini, tak sedikit pengurus Persekabpas dan Askab PSSI Kab.Pasuruan mencari “makan” di tubuh Persekabpas.

    Seharusnya “mereka” memberi hidup Persekabpas bukan malah sebaliknya. Satu lagi yang sangat krusial, Pemkab Pasuruan harusnya tidak lagi memberikan asupan dana APBD pada Persekabpas. Dengan kondisi saat ini, sangat mustahil Persekabpas bisa naik kelas menuju Liga 2 tahun ini (2022)

    Mustahil Persekabpas Naik Kelas (1)

    Lalu bagaimana mengatasinya, agar Persekabpas kembali berprestasi ?

    Haji Pane : Sangat mudah sebetulnya mengembalikan kejayaan Persekabpas yakni segeralah merombak total  keberadaan Askab PSSI Kab.Pasuruan yang nota benenya adalah pemilik Persekabpas dan menswastanisasi Persekabpas. Artinya pihak Askab melepas 50% kepemilikan Persekabpas ke masyarakat, agar dikelola secara profesional juga melaksanakan program “pemain asuh”.

    Program pemain asuh metodenya yaitu, bahwa di Kabupaten Pasuruan tersebar ribuan industri (pabrik) bertarap nasional maupun internasional.

    Dari sini satu pabrik diharapkan bisa menjadi bapak asuh dari satu pemain Persekabpas. Atau juga bisa melepas kepemilikan (saham) 55% pada investor. Saat menjadi manager ditahun 2018, ada rekan investor yang berminat untuk membiayai Persekabpas,namun oleh kebanyakan pengurus hal tersebut dimentahkan alias tidak disetujui.

    Kenapa kebanyakan pengurus tidak menyetujuhi program yang saudara tawarkan ?

    Haji Pane : “Mereka” berpendapatan dari asupan dana APBD yang digelontorkan pada Persekabpas. Jika Persekabpas dikelola secara profesional, maka di pastikan klub anggota tidak lagi mendapatkan asupan dana tersebut.

    Kembali pada kondisi pemain dan pelatih yang akan diproyeksikan untuk kompetisi tahun ini (2022) ?

    Haji Pane : Persekabpas tidak perlu mencari pemain dari luar Pasuruan. Perlu diketahui, bahwa saat ini adalah masa keemasan putra daerah yang memiliki skil yang cukup mumpuni untuk berlaga mengentas Persekabpas dari Liga 3 ke Liga 2.

    Pun demikian juga pelatih asal Pasuruan juga banyak yang berlisensi nasional dan telah berhasil menorehkan prestasi diluar kota. Artinya saat ini pemain dan pelatih asli Kab.Pasuruan, banyak yang bersinar diluar Pasuruan. Ambil dan panggil pulang mereka untuk membawa harum Kab.Pasuruan. (bersambung)

    Reporter : Henry Sulfianto

    Sumber : WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan