Sabtu, 28 Mei 2022
25 C
Surabaya
More
    NasionalKhofifah Marah, Produsen Minyak Goreng Tak Miliki Rasa Nasionalisme

    Khofifah Marah, Produsen Minyak Goreng Tak Miliki Rasa Nasionalisme

    BLITAR (WartaTransparansi.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kecewa dan marah dengan produsen minyak goreng yang menjadi penyebab kelangkaan kebutuhan minyak yang sangat dicari oleh masyarakat yang membutuhkan.

    Dia meminta agar para pelaku industri minyak goreng ini menunjukkan rasa nasionalisme dalam kondisi seperti saat ini.

    Hal itu diungkapkan dalam sambutannya saat operasi minyak goreng di Kota Blitar dan Kediri. Saat itu, orang nomor satu di Jatim itu menyentil para  produsen dan distributor minyak goreng agar tidak menahan pasokan dan segera didistribusikan.

    Kelangkaan minyak goreng akhir-akhir ini terjadi dimana-mana dan dirasakan hampir seluruh masyarakat di Indonesia. Kelangkaan minyak goreng di berbagai tempat itu membuat dia berkeliling ke berbagai daerah melakukan operasi minyak goreng bersama bupati/wali kota sambil cek stok di pasar tradisional maupun retail modern.

    Baca juga :  Terungkap 70 Persen Nakes Puskesmas Non ASN

    Menurut Khofifah, pada dasarnya stok minyak goreng di Jawa Timur cukup. Hal ini karena kebutuhan minyak goreng di Jatim per bulannya sebanyak 59 ribu ton. Sementara angka produksi migor khusus untuk pasar Jatim mencapai angka 63 ribu ton.

    Seharusnya masih ada surplus 4 ribu ton per bulan. Dia sudah berkoordinasi dengan Menteri Perdagangan, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri juga hampir seminggu di Jawa Timur untuk mencari solusi efektif atas kelangkaan migor yang sudah melampaui satu bulan.

    “Dari Bumi Bung Karno ini, saya panggil jiwa nasionalisme kepada seluruh pelaku industri minyak goreng. Kalau kita cinta Merah Putih, cinta NKRI, tolong segera distribusikan stok  minyak goreng ke masyarakat. Jangan ada yang  ditahan pasokannya,” ajak Khofifah usai meninjau pelaksanaan Operasi Pasar Minyak Goreng Murah yang dilaksanakan di UPT Bapenda Jatim di Kota Blitar, Minggu (27/2).

    Baca juga :  Gus Din: Indonesia Berduka, Buya Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif Wafat

    Khofifah menjelaskan dirinya bersama Forkopimda Jatim yakni Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya telah berkeliling ke pabrik produsen minyak goreng. Dari kunjungan tersebut, pihak produsen atau pabrik minyak goreng mengaku produksinya tidak mengalami perubahan. Namun, kelangkaan minyak goreng tetap terjadi di pasar.

    “Kalau produksinya tidak berubah, tidak berkurang, kenapa barangnya menjadi langka.  Mari kita panggil jiwa nasionalisme dengan membantu masyarakat agar minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)  mudah didapat,” katanya.

    Menurut Ketua IKA Universitas Airlangga tersebut, saat-saat inilah sebetulnya tarikan nafas nasionalisme dan kecintaan terhadap Indonesia terpanggil. Yakni dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    “Mari kita membuka sensitifitas karena banyak pedagang gorengan yang berhenti berjualan karena minyak goreng mahal dan langka,” imbuhnya.

    “Saya mohon kepada pelaku usaha yang terkait rantai pasok minyak goreng  agar segera menyalurkan minyak goreng lebih cepat. Jangan  ditunda atau malah ditahan. Kasihan masyarakat umum yang betul-betul membutuhkan. Tolong, sekali lagi  tunjukkan jiwa nasionalisme,” ujarnya.

    Baca juga :  Gus Din: Indonesia Berduka, Buya Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif Wafat

    Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta Pemkab dan Pemkot terus menggencarkan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di seluruh Jawa Timur.

    Operasi pasar tersebut ditujukan untuk masyarakat umum atau konsumen akhir yang saat ini kesulitan memperoleh minyak goreng karena langka.

    Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga menyampaikan ucapan terima kasih dan menyambut baik Bupati/Wali Kota se- Jatim yang mengadakan operasi pasar minyak goreng di wilayahnya masing-masing. Hal tersebut dapat membantu masyarakat mengatasi kelangkaan minyak goreng.

    “Kami harap dengan adanya operasi pasar ini bisa membantu  dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng meski berjangka pendek. Kita perlu melakukan lebih sistemik berjangka panjang,” tegas mantan Mensos RI itu. (sr/min)

    Reporter :
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan