Sabtu, 28 Mei 2022
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurSurabayaAwas! Covid-19 Melonjak, Kota Surabaya PPKM Level 2

    Awas! Covid-19 Melonjak, Kota Surabaya PPKM Level 2

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) –Awas! Kota Surabaya terapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Untuk itu, Camat dan Lurah se Surabaya diminta melakukan antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19.

    Permintaan Wali Kota Eri Cahyadi itu, menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 09 Tahun 2022 tentang PPKM Level  3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali.

    Eri meminta agar Camat dan Lurah se Surabaya, untuk fokus pada wilayahnya masing-masing, dengan memperhatikan indikator pencegahan Covid-19. Sebab, berdasarkan data laman lawancovid-19.surabaya.go.id tercatat per Selasa (7/2/2022), kasus pasien aktif positif Covid-19 di Surabaya mencapai 1.736 orang.

    “Camat dan Lurah harus melakukan pendekatan kepada masyarakat di wilayahnya, khususnya pada peraturan level 2. Kemudian sebelum bekerja, usahakan semua pegawai berdoa, untuk meminta menjauhkan Surabaya dari bencana wabah Covid-19,” katanya di Gedung Sawunggaling, Senin (8/2/2022).

    Beberapa ketentuan penerapan PPKM Level 2 sesuai Inmendagri No 09 Tahun 2022, terdapat pembatasan kapasitas maksimal pada sektor non esensial sebanyak 50 persen, dan sektor esensial sebanyak 75 persen. Diikuti dengan pembatasan jam kegiatan masyarakat.

    Baca juga :  Wakil PKB Tak Respon, Reni dan Ayu Temui Masa Pendemo

    “Maka saya sampaikan kepada Camat dan Lurah untuk mengantisipasi agar kita tidak naik ke Level 3, karena nanti ekonomi kita bisa terhenti. Jadi warga Surabaya juga berhati-hati dengan tetap mengetatkan prokes,” pesannya.

    Warga Surabaya diminta untuk terus mengingatkan Pemkot Surabaya dalam memasifkan 3T (Testing, Tracing, Treatment). Untuk itu, Eri berharap kepada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala ringan, agar tidak melakukan perawatan di rumah sakit.

    “Sebab, ini berpengaruh terhadap kenaikan atau penurunan level. Kasihan saudara-saudara kita yang jualan di embong (jalan), jadi yang ringan harus ke isolasi terpusat (isoter) seperti di Hotel Asrama Haji,” pintanya.

    Nantinya, jika terdapat keluarga yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan, juga diperbolehkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Namun, Eri berpesan kepada warga lainnya yang berada di lingkungan itu, untuk bisa menjaga dan tidak melakukan mobilisasi di luar rumah.

    Baca juga :  Pemkot Kembali Gelar Surabaya Vaganza

    “Camat dan Lurah harus memiliki data warga yang melakukan isolasi, karena kasihan kalau menulari anak dan istrinya jika isolasi mandiri di rumah. Jadi saya siapkan alternatif, nanti Camat dan Lurah kalau ingin memindahkan warga ke isoter harus melakukan pendekatan persuasif kepada warganya,” paparnya.

    Mengenai BOR (Bed Occupancy Rate) di Kota Surabaya saat pemberlakuan PPKM Level 2, Wali Kota mengaku bahwa saat ini belum mencapai 20 persen. Sebab, tingkat BOR pada penerapan PPKM Level 2 ini bukan berdasarkan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, melainkan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

    “Sekarang yang dirawat di rumah sakit ada 400 pasien, tapi 350 pasien adalah yang bergejala ringan. Kami berkeliling rumah sakit dan sudah berkoordinasi dengan para dokter bila bergejala ringan jangan dirawat di rumah sakit,” tukasnya.

    Baca juga :  Wali Kota Eri Ingatkan Anak Buahnya Komitmen Kontrak Kerja

    Namun, Eri memberikan pilihan kepada masyarakat yang memiliki gejala ringan yang tidak ingin dirawat di tempat isoter, bisa melakukan isolasi mandiri di hotel dengan menggunakan biaya mandiri.

    “Tapi orang-orang yang menengah ke atas dan takut berada di isoter, bisa memanfaatkan hotel dengan biaya mandiri. Nanti juga akan dipantau oleh rumah sakit, sehingga level ini tidak naik,” ujarnya.

    Eri mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terkait isoter bagi warga luar Kota Surabaya. Nantinya, warga luar kota bisa memanfaatkan isoter milik Pemprov Jatim berlokasi di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS).

    “Akan ada isoter di BPWS, jadi kalau ada KTP luar Surabaya akan dikirimkan ke sana,” ujarnya.

    Untuk itu, ia berharap masyarakat Kota Surabaya untuk tidak panik dalam menghadapi varian Omicron yang mulai masuk ke Kota Pahlawan. Sebab, masyarakat telah mendapatkan vaksinasi dosis satu dan dua.

    “Kalau kita sudah vaksin dosis satu dan dua, Insya Allah tidak akan genting seperti varian Delta,” katanya. **

    Reporter :
    Penulis :
    Editor : wetly
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan