Selasa, 21 September 2021
26 C
Surabaya
More
    Jawa TimurGresikRS di Jatim Diminta Proaktif Isi Oksigen ke Pabrik atau Distributor

    RS di Jatim Diminta Proaktif Isi Oksigen ke Pabrik atau Distributor

    GRESIK (WartaTransparansi.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  melakukan pengecekan ke pabrik produsen oksigen setelah dua hari lalu juga melakukan hal yang sama.

    Ini untuk memastikan stok oksigen likuid maupun cair di Jatim pada dasarnya mencukupi. Namun, dikarenakan lonjakan pemenuhan kebutuhan di rumah sakit (RS), maka saat ini seluruh RS yang ada di Jatim sebaiknya proaktif melakukan pengisian tabung oksigen ke pabrik atau distributor.

    Pesan itu disampaikan saat meninjau Pabrik Oksigen PT. Air Product Indonesia di Divisi Industrial Gases, PT. Tira Austenite Tbk, Kabupaten Gresik, Sabtu, (10/7).

    “Masing-masing rumah sakit diminta proaktif membawa tabung oksigen atau silindernya ke sini. Untuk diisi di sini dan kemudian bisa dibawa kembali ke rumah sakit masing-masing,” kata Gubernur Khofifah didampingi, Plh. Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono

    Menurut Khofifah, metode jemput bola atau proaktif harus dilakukan untuk menjaga ketersediaan  oksigen. Sebab, kondisi saat ini dengan dulu sangatlah berbeda. “Kalau dulu mungkin mereka menunggu proses kapan tabung oksigen atau silindernya diambil kemudian diisi. Sekarang harus sama-sama proaktif mengingat kebutuhan di rumah sakit meningkat tajam,” tegasnya.

    Dukungan dari Pabrik Oksigen melalui PT. Air Product Indonesia, semakin mempercepat kebutuhan oksigen bagi RS maupun pasien akibat pandemi Covid-19.

    Kemudian, salah satu proses pengisian yang berada di belakang pabrik, pada dasarnya masih bisa dimaksimalkan. Tim yang ada saat ini, siap untuk menambah shift.

    Satu kali shift bisa mencapai 300 tabung maupun silinder. 1 kali pengisian 30 menit untuk 20 tabung atau 20 silinder berkapasitas 6 M3 dan itu bisa ditingkatkan dua kali lipat.

    Jika dihitung dan diatur dengan benar, maka tingkat ketersediaan secara kuantitatif produk semuanya cukup. “Tapi, sekali lagi tolong proaktif,” ujar Khofifah.

    “Jadi beda dengan yang dulu. Menunggu tim, kemudian turun mengambil silinder baru diisi baru dikirim ulang. Kalau sekarang nggak. Silindernya dibawa ke sini, diisi di sini sehingga langsung bisa digunakan oleh masing-masing rumah sakit,” tandasnya.(*)

    Reporter : Amin Istighfarin
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan