Minggu, 1 Agustus 2021
33 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoPemkot Mojokerto Optimalkan PPKM Mikro level kelurahan Hingga 5 Juli

    Pemkot Mojokerto Optimalkan PPKM Mikro level kelurahan Hingga 5 Juli

    Hindari Lockdown & Zona Merah

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Mengaktifkan kembali peran Kampung Tangguh dalam percepatan penanganan covid di masing-masing lingkungan dengan menerbitkan SE tentang perpanjangan pemberlakuan PPKM Mikro dan mengoptimalkan Posko Covid di level kelurahan hingga 5 Juli 2021. Upaya ini diharapkan agar tidak sampai skor Kota Mojokerto masuk di zona merah dan terhindar dari Kondisi lockdown.

    “Setelah terjadi ledakan cluster penyebaran covid-19 di 3 titik selama 2 minggu ini, kami berupaya mencari solusi agar kondisi lockdown tidak diharapkan untuk terjadi di Kota Mojokerto. Salah satu upaya dengan mengoptimalkan Posko Covid di level kelurahan,” jelas Ning Ita, panggilan akrab Wali Kota Mojokerto.

    Masih kata Ning Ita, dengan upaya ini, selama 2 minggu, skor zonasi Kota Mojokerto turun dari 2,4 menjadi 1,8. Upaya secara teknis dilaksanakan OPD mampu secara masiv sehingga tidak sampai skor Kota Mojokerto masuk di zona merah.

    Dijelaskan, dalam dua minggu terakhir jumlah warga yang terpapar semakin meningkat mulai dari kluster Sidomulyo, Sekarputih dan Pekayon. Ada 2 RS Rujukan yang diutamakan untuk pasien bergejala berat yaitu RSUD total TT isolalasi 105, dan TT ICU 7, RS. Gatoel TT isolalasi 67, TT ICU 12.

    Sedangkan ada 4 RS non rujukan dengan kapasitas 71TT isolasi dan 1 TT ICU. Keterisian TT di seluruh RS di Kota Mojokerto per 29 Juni 2021 adalah 86, 8% untuk TT isolasi dan 95% untuk TT ICU. Dengan 40% pasiennya adalah warga Kota Mojokerto dan selebihnya pasien dari luar Kota Mojokerto.

    Disisi lain, lamjut Ning Ita, kita telah menyiapkan rumah karantina di rusunawa untuk pasien covid bergejala sedang dengan dengan total kapasitas 67 TT sudah terisi penuh dan akan menambah rumah karantina baru di balai diklat Kota Mojokerto dengan kapasitas 25 TT.

    Untuk warga yang terpapar covid 19 tanpa gejala dan gejala ringan melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan kondisi tanpa gejala dan gejala ringan. Saat ini ada sebanyak 244 orang yang sedang isoman.
    “Warga yang yang melakukan isolasi mandiri dirumah masing-masing diberikan fasilitas dari Pemkot berupa makanan, vitamin dan probiotik. Kemudian terus dipantau sampai sembuh total,” tukas Ning Ita.

    Secara terpisah, Kadis Kominfo Pemkot Mojokerto sekaligus PIC (person in charge) Komunikasi Publik Vaksinasi Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo, menjelaskan sesuai arahan Walikota Mojokerto, satgas Covid-19 Kota Mojokerto melakukan beberpa rakor anev dengan hasil anev bahwa terjadi penularan yang lebih cepat terhadap munculnya kasus-kasus baru covid-19.

    Satu-satunya upaya pencegahan yang paling ampuh adalah displin dalam Protokol Kesehatan 5M karena itu saya ingatkan untuk terus menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizier, menghindari kerumunan dan membatasi bepergian atau mobilisasi

    Sedangkan bagi masyarakat yang sakit dirapakan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan Kesehatan terdekat tanpa menunggu kondisi lebih parah. Vaksinasi tidak mencegah dari keterpaparan covid tetapi menurunkan resiko keparahan akibat terinfeksi covid.

    Upaya lain dengan mengaktifkan kembali peran Kampung Tangguh dalam percepatan penanganan covid di masing-masing lingkungan.

    “Satgas telah menerbitkan SE tentang perpanjangan pemberlakuan PPKM Mikro dan mengoptimalkan Posko Covid di level kelurahan hingga 5 Juli 2021,” jelas Gaguk.

    Ditambahkan, kondisi terkini penyebaran Covid-19 di wliayah Kota Mojokerto bisa diakses melalui website covid19.mojokertokota.go.id yang menyampaikan informasi terupdate zonasi pada tiap RT sebagaimana Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021.

    Menurut Kadis Kominfo, Gaguk sesuai arah Walikota, ekonomi harus tetap bergerak. Kondisi lockdown tidak diharapkan untuk terjadi di Kota Mojokerto. Skor zonasi Kota Mojokerto turun dari 2,4 menjadi 1,8. Upaya secara teknis dilaksanakan OPD mampu secara masiv agar tidak sampai skor kita masuk di zona merah.

    Dengan demikian nantinya pemerintah tidak melarang kegiatan dalam rangka perputaran ekonomi, di sisi yang lain semua pihak harus taat protokol kesehatan. Peninjauan terus kami lakukan agar masyarakat taat protokol kesehatan setiap kali berkegiatan. Saling menjaga, saling mengingatkan dan saling melindungi. (*)

    Reporter : Gatot Sugianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan