Minggu, 1 Agustus 2021
31 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMojokertoEdarkan Narkoba Dari LP, Kuli Bangunan Desa Kupang-Jetis Diamankan Polresta Mojokerto

    Edarkan Narkoba Dari LP, Kuli Bangunan Desa Kupang-Jetis Diamankan Polresta Mojokerto

    MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) –Polresta Mojokerto berhasil mengamankan sebanyak 20.000 butir pil double L dan 98 butir ekstasi sekaligus meringkus pelaku berinitial AGS, pekerja kuli bangunan di rumahnya, Desa Kupang Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto.

    “Setelah mendapat informasi dari masyarakat, adanya warga yang menyalahgunakan penggunaan narkotika di wilayah Jetis, Sat Resnarkoba langsung melakukan tindakan dan berhasil meringkus pelaku yang mengedarkan obat terlangan di Desa Kupang Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto,” tegas Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan saat konferensi pers di Mapolresta Mojokerto, Selasa (22/6/2021).

    Masih kata Kapolres, setelah mendapatkan informasi adanya peredaran jenis narkoba di Desa Kupang Kec. Jetis, pada hari Sabtu, 15 Juni 2021, kemudian pada hari Selasa 22 Juni 2021,
    Team satuan Narkoba Polresta Mojokerto, melakukan penangkapan terhadap tersangka berinisial AGS yang masih berusia 26 tahun.

    “Tersangka yang mengaku baru pertama kali berjualan narkoba ini, mengakui menyimpan Pil Double L dan Ekstasi di belakang rumah mertuanya. Kemudian dilakukan penggeledahan di rumah mertuanya yang berada di Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto,”jelas Kapolres.

    Dijelaskan, pada saat penggeledahan, kami menemukan 20.000 Pil Double L dan 98 Ekstasi warna kuning. “Atas perbuatannya, tersangka kami jerat pasal 114 ayat 2 Subsider pasal 112 ayat 2 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana di atas 5 tahun,”tegas Kapolres.

    Sementara itu, tersangka AGS mengatakan, kegiatan menjual baram haram tersebut, baru dilakukan dan belum genap 1 bulan. “Saya terpepet ekonomi, sehingga saat LP (Lembaga Pemasyarakatan) kerja sebagai kuli bangunan setiap harinya, pada hari Minggu saya berjualan obat terlarang ini,” jelas tersangka AGS.

    Dijelaskan, bahwa barang haram tersebut didapat dari temannya satu kampug yag saat ini mendekam di apas karena kasus narkoba. “Setiap satu botol yang bersisi 1.000 butir pil double L, saya dibayar Rp. 25.000,-. Karena terdesak kebutuhan ekonomi, terpaksa saya melakukan perbuatan ini,”sesal AGS. (*)

    Reporter : Gatot Sugianto
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Editor's Choice

    Jangan Lewatkan