Rabu, 22 September 2021
33 C
Surabaya
More
    OpiniTajukABY Sang Pejuang KONI Jatim Telah Wafat

    ABY Sang Pejuang KONI Jatim Telah Wafat

    Oleh Djoko Tetuko – Pemimpin Redaksi Wartatransparansi

    Jumat malam (19/2/2021) grup WhatsApp wartawan tiba-tiba tersentak kaget, Abu Bakar Yarbo (59), salah seorang wartawan senior telah wafat di Rumah Sakit Umum Airlangga Surabaya, pukul 19:10, setelah berjuang melawan Covid-19, sejak dinyatakan positif.

    ABY biasa dipanggil sebagai singkatan dari Abu Bakar Yarbo, tidak berlebihan sebagai pejuang KONI Jatim, karena keberangkatan ke Papua dalam rangka mempersiapkan fasilitas dan sarana prasarana untuk Kontingen PON XX Papua 2021, sekitar Oktober 2021 jika tidak ada perubahan lagi. (Karena PON XX semula digelar Oktober-November 2020).

    ABY berangkat bersama Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung, Ketua Harian M. Nabil, Budi Setiawan, serta beberapa pengurus lainnya. Dan sejak sampai Surabaya di antara rombongan sudah dinyatakan negatif, baru beberapa hari kemudian hasil test almarhum ABY, dinyatakan positif, kemudian dirawat di RSUA bahkan sempat mendapat perawatan di ICU.

    Baca juga :  BTPKLW Kecerdasan Pemerintah Memotivasi Kebangkitan Ekonomi

    “Aba Kamis malam sudah kelihatan enak dan sehat, bahkan diajak ngobrol juga enak, tetapi Jumat pagi mulai drop dan sejak itu terus drop sampai wafat,” kata Fariz Yarbo (25), anak semata wayang, saat bersama-sama tahlil di rumah almarhum RW 1 Mangersari Sidoarjo, Sabtu (20/2/2021).

    Almarhum ABY memang dalam karir sebagai wartawan sempat menjadi koresponden koran “Prioritas” di Palu, hingga dibredel Pemerintahan Orde Baru. Beberapa temannya di Prioritas Jakarta menawarkan untuk bergabung ke Media Indoenesia, tetapi ABY memilih bergabung ke Harian Pagi Memorandum Surabaya.

     

    Djoko Tetuko (kiri) bersama Fais Yarbo, putra tunggal (alm) Abu Bakar Yarbo di kediaman , Perumahan Magersari Sidoarjo.

    Baca juga :  Waspadalah! Kekuatan Kontingen PON Buram dan Performance Atlet Turun

    Walaupun tidak pernah menjadi wartawan olahraga, tetapi sejak Undang Undang Sistem Keolahragaan Nasional, melarang pejabat publik merangkap jabatan menjadi pengurus KONI, almarhum ABY mendapat kepercayaan menjadi tim Humas KONI Jatim.

    Almarhum sejak mengakhiri karir di HP Mamorandum 2009, kemudian mendirikan majalah bulanan Pro-M, dengan gaya penulisan khas tentang kisah sukses, profil, features, dan karya jurnalistik senafas.

    Selama di HP Memorandum almarhum lebih banyak menulis politik di DPRD Jatim, dan Hankam (zaman itu) di Kodam V Brawijaya dan Pangarmatim, di Polda Jatim, juga wartawan Pokja Pemprov Jatim, zaman Gubernur H Imam Utomo.

    Almarhum ABY merupakan pribadi yang mudah bergaul, dan mempunyai banyak perkumpulan sesama wartawan maupun di luar wartawan, di PWI Jatim beberapa kali sebagai pengurus harian.

    Baca juga :  Tiga Fokus PMI Jatim Perkuat Kehidupan Normal Baru

    Pribadi almarhum ABY tetap saja bersahaja dan selalu menyapa teman, sehingga walaupun pria kelahiran Gorontalo 12 Oktober 1962, tetapi selama berkarier di Surabaya, termasuk di antara wartawan yang sukses.

    Almarhum ABY memang tidak tercatat sebagai atlet PON Jatim, tetapi menjadi bagian dari persiapan Kontingen PON Jatim. Apalagi menjelang akhir hayat hingga wafat menyelesaikan tugas sebagai delegasi KONI Jatim untuk persiapan PON XX Papua 2021, dan dinyatakan positit hingga wafat juga karena baru saja bertugas untuk KONI. Oleh karena itu, disamping wafat karena wabah syahid, bahkan tidak berlebihan jika almarhum mendapat kehormatan sebagai pejuang KONI Jatim untuk kejayaan dan prestasi Jawa Timur di event bergengsi itu. (*)

    Reporter :
    Penulis : Djoko Tetuko
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan