Minggu, 19 September 2021
25 C
Surabaya
More
    Jawa TimurMagetanTahun 2020 Masyarakat Miskin Magetan Mencapai 10,35 Persen

    Tahun 2020 Masyarakat Miskin Magetan Mencapai 10,35 Persen

    MAGETAN (WartaTrabsparansi.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Magetan pada tahun 2020 ada 10,35 persen penduduk Magetan masuk dalam kategori miskin.Ada kenaikan jumlah masyarkat miskin di Kabupaten Magetan bila dibandingkan pada tahun 2019.

    Saat ini jumlah penduduk Magetan ada sekitar 700ribu orang. Salah satu faktor penyebab naiknya angka kemiskinan akibat pandemi Covid 19 yang sampai saat ini belum berakhir.

    Kepala BPS Magetan R H Chandra SH MH mengatakan berdasarkan data yang dirilis ada kenaikkan jumlah angka kemiskinan di Magetan walau tidak signifikan persentasenya. “Ada 10,35 persen warga Magetan masuk kategori miskin,” ujar Chandra.

    Dijelaskan penghitungan garis kemiskinan ini menggunakan pendekatan kebutuhan dasar (basic need Aproach) baik makanan maupun non makanan.
    Acuan yang digunakan untuk menghitung kebutuhan makanan dan minuman besarnya rupiah per bulan yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kecukupan dasar 2100 kilo kalori per hari (FAO dan WHO).

    Baca juga :  Joko Suyono Laporkan Akun FB A S ke Polda Jatim

    Dari kebutuhan dasar tersebut dapat dihitung garis kemiskinan (GK) yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Makanan Non Makanan (GKMN).” Seseorang dapat dikategorikan miskin apabila pengeluaran per bulan untuk konsumsi berada di bawah garis kemiskinan,”ujar Chandra.

    Saat ini garis kemiskinan di Kabupaten Magetan sebesar Rp. 354.936 tahun 2020 atau naik 5,33 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp. 336.989 setara 60,43 ribu warga miskin di Magetan tahun 2019.

    Kenaikan sebesar 0,75 persen atau 9,61 persen tahun 2019 naik menjadi 10,35 persen tahun 2020. Dijelaskan 10,35 persen atau 65,09 ribu warga Magetan kategori miskin adalah mereka yang pengeluaran per kapita per bulannya di bawah Rp. 354.936.

    Baca juga :  Ketua DPRD Usulkan Pembangunan Jembatan Nguntoronadi-Sukowidi di Perubahan APBD 2021

    Prosentase angka kemiskinan ini masih lebih rendah bila dibanding beberapa wilayah sekitar Kabupaten Magetan yang masih berkisar di atas 11 persen kecuali kabupaten Ponorogo 9,95 persen dan kota madiun 4,98 persen.Propinsi Jawa Timur sendiri saat ini ada 11,09 persen.

    Dijelaskan peran serta masyarakat dan bantuan sosial yang digelontorkan Pemerintah yang dapat menekan tingkat angka kemiskinan di Magetan selama masa pandemi Covid 19.

    Walaupun ada kenaikan angka kemiskinan namun tidak signifikan dan masih dalam ambang batas wajar. Dijelaskan Chandra Respon Pemkab Magetan juga sangat baik dalam mensikapi data yang disajikan BPS dan itu berarti Pemkab percaya atas kinerja yang dilakukan BPS dalam mengolah dan menyajikan data. (rud/sal)

    Reporter : Rudi/Faisal
    Penulis :
    Editor :
    Redaktur :
    Sumber : WartaTransparansi.com

    KOMENTAR

    Berita Menarik Lainya

    Jangan Lewatkan