Opini  

Antara Covid-19 dan Dajjal (1)

Antara Covid-19 dan Dajjal (1)

Oleh Anwar Hudijono

Keberadaan Al Masih al Dajjal (Dajjal) itu bisa dianalogkan dengan bangkai. Sekalipun bangkai itu tersembunyi tetapi ada tanda-tanda yang bisa dikenalinya. Semakin dekat dengan keberadaan bangkai, tandanya semakin kuat dan banyak.

Tanda pertama-tama pada bangkai adalah bau khasnya. Hidung yang waras pasti tahu tentang bau bangkai. Karena tidak mungkin bangkai berbau bakaran sate. Semakin dekat dengan keberadaan bangkai maka baunya semakin tajam menyengat.

Efeknya juga semakin kuat. Jika semula dari jauh tidak perlu menyumbat hidung, tapi ketika semakin dekat harus menutup hidung. Semakin dekat lagi harus pakai masker yang tebal. Ditambah barang berbau menetralisir bau bangkai seperti kapur barus, bubuk kopi. Bisa jadi semakin dekat orang akan mual dan muntah, bahkan sampai pingsan.

Tanda lain misalnya akan ada burung pemakan bangkai seperti burung gagak, burung nazar. Adanya semut yang bergerak dari arah dan menuju bangkai. Adanya kerumunan lalat. Adanya gerombolan set. Jika di hutan bisa juga ada anjing hutan, hyena. Bisa juga dengan tanda suara seperti riuhnya burung, dengung serangga dan binatang lain pemangsa bangkai.

Tanda-tanda secara alamiah itu merupakan ayat-ayat (tanda kebesaran) Allah. Disebut ayat kauniyah, fenomena alam. Tanda-tanda itu hampir selalu saling berkaitan.

“Sungguh pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang beriman. Dan pada penciptaan dirimu dan pada mahluk bergerak yang bernyawa yang bertebaran (di bumi) terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) untuk orang yang meyakini.” (QS Al Jasiyah 3-4).

BABAK TERAKHIR

Demikian pula Dajjal. Semakin dekat dengan dimunculkannya subyek ini oleh Allah Sang Maha Sutradara, semakin banyak dan jelas pula tanda-tandanya. Dimunculkannya Dajjal adalah babak terakhir sejarah perjalanannya, sekaligus babak akhir sejarah umat manusia. Karena setelah Dajjjal tewas, akan disusul kiamat.

Ada tiga babak sejarah Dajjal. Pertama, Dajjal dibelenggu di sebuah reruntuhan kuil (rumah ritual) di sebuah pulau. (Hadits Tamim Ad-Dari). Pulau itu menurut pendapat eskatolog Islam dunia Syekh Imran Hosein adalah Inggris.

Babak kedua, setelah dilepas (Rasulullah bermimpi melihat Dajjal thawaf di Ka’bah). Dajjal akan beroperasi secara gaib untuk menjalankan misi pertamanya yaitu menyebar fitnah (ujian) terbesar dalam sejarah umat manusia. Termasuk mengaku sebaga tuhan. Dia akan membuat manusia menjadi hambanya. Agar manusia seperti dirinya.

Dia memenuhi dunia ini dengan kepalsuan, kebohongan, penipuan. Menjadikan dunia sungsang bawana balik (dunia terbalik) dalam arti nilai-nilainya. Yang benar jadi salah, yang salah jadi benar. Dusta dibalik jadi amanah, amanah dibalik jadi dusta.

Menjadikan jaman gelap. Bukan dunianya yang gelap tetapi matahati buta sehingga tidak bisa lagi membedakan kebenaran dan kepalsuan.

Beroperasi secara gaib itu antara lain dia akan mempengaruhi mind set, pola pikir manusia. Dia dibantu pasukannya yang disebut al-jassasah (spionase) yang uga misterius. Ditambah kalangan jin kafir.

Ahmad Thomson, pakar eskalogi dari Inggris mengatakan, Dajjal memiliki tiga sisi. Yaitu, Dajjal sebagai oknum. Dajjal sebagai fenomena sosial budaya global. Dan Dajjal sebagai kekuatan gaib.

Pada babak ketiga (terakhir) dia dimunculkan oleh Allah dengan tambahan misi kedua yaitu menjadi Messiah atau Messias atau Isa al Masih Palsu. Dajjal akan mencoba menjadi penguasa dunia di atas singgasana Kaisar sekaligus Nabi Sulaiman, kaisar dunia, dengan kedudukan di Yerussalem. Tapi pasti gagal karena Allah mengabulkan doa Sulaiman bahwa tidak ada kekuasaan yang melebihi Sulaiman. (QS Shad 35).

MISTERIUS

Virus Covid-19 adalah mahluk yang sangat lembut yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Harus dengan alat khusus. Mereka adalah mahluk bernyawa. Dengan demikian, virus ini sebenarnya juga ayat Allah. Syarat untuk memahami ayat-ayat Allah itu haruslah beriman, berkeyakinan. Dan orang yang berpikir atau mau mengerti. (ayat 5).

Pertanyaannya, apakah fenomena Covid-19 memiliki persamaan atau kemiripan dengan ciri-ciri atau sifat-sifat Dajjal? Jawabannya tegas: insya Allah ya. Selebihnya Rabbi a’lam (Tuhan yang lebih tahu).

Pertama, misterius. Covid-19 tidak gegabah jika dikategorikan mahluk misterius. Sampai sekarang tidak tahu bagaimana dia terjadi dan berkembang. Muncul pertama kali di Wuhan, China pada Desember 2019. Tapi yang menjadi pertanyaan apakah lahir atau mengalami mutasi pertama kali di Wuhan? Jika rius itu bersumber dari kelelawar, pertanyaannya kelelawar yang mana?

Virus ini natural atau hasil rekayasa genetika manusia. Banyak yang mengatakan itu virus kelelawar yang bermutasi secara alamiah. Belakangan muncul kabar bahwa binatang ceperlai juga penyebar atau tempat mutasi Covid-19. Namun Syekh Imran Hosein menduga, virus ini merupakan hasil produksi rekayasa genetika yang dikendalikan oleh Dajjal (sistem Dajjal).

Presiden AS Trump menuduh virus ini dari laboratorium di Wuhan. Maka dia menyebut China virus. Tentu saja China membantah dan ngamuk. Bahkan sempat menuduh bahwa virus ini sengaja disebar melalui tentara AS yang berkunjung ke Wuhan.