JEMBER – Hadapi arus balik lebaran 2026 Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember telah mematangkan strategi pengamanan lalu lintas.
Fokus utama tahun ini meliputi pembatasan kendaraan berat, pemetaan titik rawan kecelakaan, hingga perbaikan sarana prasarana jalan demi kenyamanan pemudik.
Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, mengungkapkan bahwa pembatasan operasional kendaraan angkutan barang akan mulai diberlakukan pada mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026.
”Sesuai jadwal, pembatasan mulai berlaku tanggal 13 hingga 29 Maret 2026 mendatang. Kendaraan sumbu tiga atau lebih, termasuk gandengan dan tempelan, dilarang melintas kecuali untuk angkutan bahan pokok, BBM, dan BBG,” ujar Gatot, Selasa (24/3/2026).
Selain kendaraan logistik strategis, angkutan bahan bangunan, material, dan hasil tambang juga masuk dalam daftar kendaraan yang dilarang beroperasi selama periode tersebut guna menekan angka kemacetan.
Untuk memastikan kelancaran di lapangan, Dishub Jember telah menyiapkan sekitar 40 personel internal yang akan disebar di berbagai titik strategis. Pengamanan ini tidak dilakukan sendiri, melainkan bersinergi dengan instansi lain dalam posko gabungan.
”Kami bekerja sama dengan Satlantas dan instansi terkait lainnya. Ada pos-pos pemantauan yang disiagakan seperti di titik Sumberbaru dan Garahan. Selain personel Dishub, ada juga dukungan dari Dinas Kesehatan, BPBD, hingga Satpol PP,” tambahnya.
Selain itu, menanggapi tingginya risiko kecelakaan di titik-titik rawan (black spot), Gatot menegaskan bahwa pihaknya tengah mengebut perbaikan fasilitas jalan. Salah satu prioritas utamanya adalah Penerangan Jalan Umum (PJU) guna menjamin jarak pandang pengendara saat malam hari.
”Instruksi Bupati sangat jelas, PJU harus menyala semua. Saat ini kami sedang dalam proses perbaikan massal, terutama menindaklanjuti keluhan masyarakat melalui kanal Wadul Gus’e. Penerangan yang optimal adalah kunci keselamatan,” tegas Gatot.
Terkait detail pemetaan jalur rawan kecelakaan dan titik black spot, Gatot menyebutkan koordinasi intensif terus dilakukan bersama Satlantas Polres Jember agar informasi yang diterima masyarakat lebih akurat. (*)





