Study Tiru BKAD Nguntoronadi Gali Ilmu Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih

Study Tiru BKAD Nguntoronadi Gali Ilmu Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih

MAGETAN, Wartateansparansi.con – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa, Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) “Bersama Kita Bisa” Kecamatan Nguntoronadi mengadakan kunjungan study tiru ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (3/1/2026).

Diikuti pengurus BKAD, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Nguntoronadi. Rombongan dipimpin langsung oleh Camat Nguntoronadi, Fisco Yudha Arista, dan Ketua BKAD, Heri Suwarno.

Ketua BKAD Nguntoronadi, Heri Suwarno, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menimba ilmu dari KDMP yang telah lebih dulu berdiri dan menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengelolaan dana desa.

Kami ingin belajar bagaimana manajemen KDMP di sini berjalan, berapa unit usaha yang dijalankan, dan bagaimana pemanfaatan anggaran sebesar Rp3 miliar yang kami miliki.”Para pengurus KDMP bisa memahami prospek dan strategi pengembangan koperasi desa secara lebih konkret,” ujar Heri Suwarno.

KDMP Desa Bentangan sendiri telah berdiri selama enam bulan dan dinilai berhasil mengelola unit-unit usaha desa secara profesional dan berkelanjutan. Keberhasilan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi BKAD Nguntoronadi untuk mereplikasi model serupa di wilayahnya.

Sementara itu Camat Nguntoronadi, Fisco Yudha Arista, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membangun peradaban dan kemajuan desa melalui penguatan ekonomi berbasis koperasi. “Kami hadirkan seluruh unsur di Nguntoronadi karena kami merasa memiliki tanggung jawab bersama. Ini bukan hanya soal belajar, tapi juga membangun keyakinan bahwa kita bisa maju bersama,” tegas Fisco.

Kegiatan studi tiru ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi BKAD Nguntoronadi dalam mengembangkan KDMP di wilayahnya. Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi antar desa, BKAD optimistis dapat merealisasikan koperasi desa yang mandiri dan berdaya saing.

Visco menjelaskan menuntut ilmu bagian dari perintah agama, dan berharap tidak ada satu pun desa di wilayahnya yang tertinggal dalam membentuk dan mengembangkan koperasi desa seperti KDMP. “Semoga ikhtiar ini mendapat ridho Allah SWT dan menjadi jalan menuju kemajuan serta kesejahteraan masyarakat desa,” pungkas Fisco. (*)

Penulis: Rudy Ardi